Serang ,Nusantara Media - Wali Kota Serang, Budi Rustandi bersama jajarannya, mendatangi kediaman istri dari Jurnalis Pewarta Foto LKBN ANTARA, Muhammad Bagus Khoirunnas, salah satu jurnalis yang hingga kini masih belum ditemukan bersamaan dengan Kapal Speedboat Arupadhatu 1 hilang kontak di perairan Selat Sunda, pada Senin (7/9/2026) lalu.

Kunjungan Wali Kota Serang, Budi Rustandi bersama jajarannya, di Pondok Parumasan Indah Blok Q nomor 9, RT 02 RW 09, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten, pada hari Selasa (29/09/2206) pagi, untuk memberikan dukungan moril, doa, dan semangat kepada keluarga Bagus yang masih menunggu kabar keberadaan suaminya bersama 4 Jurnalis Pewarta Foto lainnya dan nakoda Speedboat Arupadhuta 1 serta Heriyanto alias Bonsai sebagai pemandu atau gaet.

Budi bersama jajarannya, disambut langsung oleh Desi Purnamasari bersama orang tuanya. Dalam pertemuan tersebut, Budi mendoakan agar keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi musibah tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

"Hari ini, kita datang ke rumah istri dari Muhammad Bagus Khoirunnas, dan disambut oleh istri beliau Desi Purnamasari bersama orang tuanya," kata Budi Rustandi.

Budi mengatakan, dirinya datang untuk memberikan dukungan kepada keluarga sekaligus mendoakan, agar Bagus dan korban lainnya, segera ditemukan.

"Saya sebagai Wali Kota Serang, memberikan support, doa, dan dukungan. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran," ujarnya.

Budi juga berharap, terdapat jalan terbaik atas musibah yang menimpa Bagus bersama korban lainnya.

"Kita doakan, semoga ada jalan terbaik dan dengan izin serta rida Allah SWT, Bagus bisa segera ditemukan," katanya.

Sementara itu, Desi Purnamasari, mengaku masih berharap proses pencarian terhadap suaminya dan korban lainnya, dapat kembali dilakukan.

Sambil menahan kesedihan, Desi mengatakan, keluarga saat ini masih mengandalkan informasi dari masyarakat dan para nelayan yang beraktivitas di perairan Selat Sunda maupun wilayah perairan lainnya.

"Dari kami, pencarian diharapkan bisa kembali dilanjutkan," ungkap Desi.

Baca Juga Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Kunjungi Kodim Pandeglang, Serahkan Bantuan Sembako dan Sumur Bor untuk Masyarakat

Menurut Desi, informasi sekecil apa pun dari nelayan maupun masyarakat, sangat berarti bagi keluarga untuk mengetahui keberadaan Bagus dan korban lainnya.

"Kami saat ini, hanya mengandalkan bantuan dan informasi dari nelayan, baik di Selat Sunda maupun di perairan di luar Selat Sunda, dan masyarakat sekitar untuk bisa menemukan suami dan seluruh awak Kapal Speedboat Arupadhatu 1 yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya," ujarnya.

Desi juga mengimbau para nelayan dan masyarakat yang menemukan tanda-tanda keberadaan orang, benda, maupun bagian dari Kapal Speedboat Arupadhatu 1, agar segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

"Bagi nelayan ataupun masyarakat yang melihat ada tanda-tanda keberadaan orang, benda maupun kapal, segera memberikan informasi kepada pihak berwenang. Karena sekecil apa pun informasinya, itu bisa sangat membantu kami," tutur Desi.

Muhammad Bagus Khoirunnas merupakan satu dari lima jurnalis pewarta foto yang hilang, setelah Kapal Speedboat Arupadhatu 1 yang mereka tumpangi, berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) lalu, dan hingga saat ini belum diperoleh kabar keberadaannya ada dimana.

Speedboat tersebut, hilang kontak saat dalam perjalanan menuju perairan disekitar Gunung Anak Krakatau. Selain lima jurnalis, terdapat tiga awak kapal yang turut berada di dalam Arupadhatu 1.

Hingga kini, baru satu awak speadboat yang sudah ditemukan, yaitu Surakman selaku anak buah kapal (ABK) Speedboat Arupadhtatu 1. Jenazah Surakman sebelumnya ditemukan di wilayah perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Adapun Bagus bersama sejumlah korban lainnya, hingga saat ini masih belum ditemukan.

Sementara itu, Jenazah Almarhum Surakman, warga Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, setelah di salatkan di Masjid Agung Jami AL Khusaeni, langsung dikebumikan di TPU Ki Demang, pada hari Kamis tanggal 24 September 2026.