Kembalinya Sebastian Vettel ke sirkuit Monza selalu punya cerita. Tapi Minggu pagi sebelum GP Italia, momen itu terasa jauh lebih dalam. Empat kali juara dunia itu duduk di balik kemudi Ferrari F2002—mobil legendaris milik idolanya, Michael Schumacher—dalam sebuah demonstrasi yang langsung mengaduk emosi para penggemar.

Dengan bahan bakar berkelanjutan, Vettel meluncur di aspal Monza untuk memberi penghormatan pada pria yang menginspirasinya sejak kecil. Momen ini sengaja dihadirkan untuk merayakan 30 tahun debut Schumacher bersama Ferrari di GP Italia akhir pekan ini.

F2002 bukan mobil sembarangan. Ia adalah salah satu mesin paling dominan dalam sejarah F1, dengan 15 kemenangan selama musim 2002 dan 2003. Melihat Vettel—yang membela tim Maranello dari 2015 hingga 2020—mengendarai mobil ikonik itu di depan para Tifosi membuat media sosial langsung ramai.

- Advertisement -
Advertisement

Suara mesin V10 era awal 2000-an menjadi sorotan utama. “Suara itu nggak ada lawannya. Musik banget buat telinga kami,” komentar seorang fans di Reddit. Yang lain menimpali: “Bunyi itu sangat emosional. Mobil modern kalah jauh.”

Seorang fans menulis panjang: “Mobil cantik, suara merdu, dikendarai oleh orang yang paling tepat selain sang legenda itu sendiri. Sedih rasanya Michael tak bisa menikmati momen seperti ini di masa pensiunnya, apalagi apresiasi atas pencapaiannya. Ada kekosongan tanpa kehadirannya di momen-momen seperti ini.”

Baca Juga Kontrak Baru Verstappen Bikin Rival Lega, Kata Coulthard

Yang lain menambahkan: “Suara itu bikin saya bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena kenangan dan kehebatannya. Sedih karena kita tak akan pernah melihat grid mobil-mobil seperti itu balapan lagi.” Bahkan ada yang mengaku: “Saya nggak siap se-emosional ini. Mobil itu dan Michael adalah bagian besar masa muda saya dan alasan saya jatuh cinta pada olahraga ini. Dan nggak ada yang lebih pas membawanya selain Seb.”

Reaksi lain bermunculan: “Mereka harus membawa mobil F1 klasik ke setiap seri dan melakukan ini supaya semua orang bisa mendengar kehebatannya,” dan “Saya ada di sirkuit sekarang, melihat mobil itu lewat sambil bernyanyi, lalu mendengar kata-kata Seb setelahnya. Mata saya berkaca-kaca.”

Bagi Vettel, ini bukan sekadar demonstrasi. Ini penghormatan pribadi dan publik kepada Schumacher, yang jejaknya masih terasa kuat di Monza. Dan bagi para penggemar, momen ini menjadi pengingat betapa dalamnya hubungan antara pembalap, mobil, dan kenangan yang mereka ciptakan.