Max Verstappen memulai akhir pekan Grand Prix Bahrain dengan catatan waktu tercepat di sesi latihan bebas pertama, namun ia harus puas finis keempat di FP2 setelah memilih strategi ban yang tidak biasa. Pembalap Red Bull itu mengungkapkan bahwa keputusan menggunakan ban medium sepanjang sesi kedua adalah bagian dari rencana menghadapi potensi hujan.
“Saya ingin melakukan long run kalau-kalau ada hujan datang,” ujar Verstappen. Sirkuit Sepang International yang panas membuat degradasi ban menjadi faktor krusial, dan Verstappen mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah. “Awal yang cukup baik, tapi sulit. Trek sangat panas, jadi degradasi tinggi, banyak hal yang harus dipahami, tapi sejauh ini positif,” tambahnya.
Di sesi FP1, Verstappen tampil dominan dengan ban soft, namun di FP2 ia dan tim memilih untuk tidak menggunakan ban soft sama sekali. Alih-alih mengejar waktu terbaik, Verstappen fokus pada long run dengan ban medium. Hal ini membuatnya tidak dapat membandingkan performa antara kedua sesi. “Kemajuan sulit diukur. FP2 lebih panas, program berbeda. Jadi sulit bilang ada kemajuan, tapi masih banyak yang harus dilihat dan dipahami,” jelasnya.
Keputusan strategi ban ini juga dipengaruhi oleh prediksi cuaca. Meskipun FP3 diperkirakan kering, Verstappen ingin memastikan dirinya siap jika hujan turun di sesi kualifikasi atau balapan. “Saya pikir kami perlu bersiap untuk segala kondisi. Trek ini bisa berubah cepat,” ujarnya.
Dengan hasil ini, Verstappen masih memiliki satu sesi latihan bebas lagi untuk menyempurnakan setelan mobilnya sebelum kualifikasi. Ia berharap dapat memanfaatkan FP3 untuk meningkatkan performa dan memahami karakter ban medium yang akan menjadi kunci di balapan nanti.
Baca Juga Coulthard Sindir Lando Norris yang Samai Rekor Kemenangan F1-nyaPersaingan di Bahrain diprediksi akan ketat, mengingat degradasi ban yang tinggi dan suhu trek yang ekstrem. Tim-tim lain seperti Ferrari dan Mercedes juga akan berusaha mencari celah untuk menantang dominasi Red Bull. Verstappen menyadari bahwa konsistensi dan manajemen ban akan menjadi faktor penentu.
“Kami harus tetap fokus dan tidak terburu-buru. Masih ada waktu untuk memperbaiki segalanya,” pungkasnya. Kualifikasi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Verstappen dan Red Bull dalam mengoptimalkan strategi ban mereka.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!