Prinsipal Tim Mercedes, Toto Wolff, dengan tegas melontarkan kritik keras dan menyebut para penggemar yang menyebarkan teori konspirasi terkait dugaan sabotase tim terhadap George Russell sebagai tindakan yang tidak berotak. Isu miring ini mencuat di tengah dominasi luar biasa yang ditunjukkan oleh rekan setim Russell, Andrea Kimi Antonelli, sepanjang kejuaraan Formula 1 musim 2026 yang penuh dengan dinamika teknis tinggi.

Perjalanan musim 2026 bagi Antonelli memang terbilang fenomenal. Menjalani tahun keduanya di ajang Formula 1, pembalap muda asal Italia tersebut berhasil memimpin klasemen sementara kejuaraan dunia dengan keunggulan telak 84 poin atas pesaing terdekatnya yang tidak lain adalah rekan setimnya sendiri. Kendati demikian, performa impresif ini justru membelah pandangan di kalangan pendukung setia skuad Panah Perak, memicu berbagai spekulasi liar di ruang digital.

Perbedaan nasib yang mencolok antara kedua garasi Mercedes menjadi bahan bakar utama bagi para pembuat teori konspirasi. Russell, yang mengawali regulasi baru tahun 2026 dengan kemenangan pada seri pembuka, justru mengalami serangkaian nasib buruk termasuk kegagalan finis atau DNF ketiganya musim ini di Sepang. Berbagai masalah keandalan teknis telah merenggut banyak poin penting dari pembalap asal Inggris tersebut, sementara Antonelli melenggang mulus tanpa hambatan berarti.

- Advertisement -
Advertisement

Menanggapi tudingan miring bahwa tim sengaja memberikan keuntungan sebelah pihak atau bahkan melakukan sabotase untuk memenangkan Antonelli, Wolff sama sekali tidak menutupi kekesalannya di hadapan media menjelang akhir pekan Grand Prix Singapura. Bos asal Austria tersebut secara terbuka mengecam opini-opini tidak berdasar yang berseliweran di media sosial tanpa memperhitungkan realitas perseturuan ketat di level tertinggi ajang balap mobil paling bergengsi di dunia ini.

"Mereka tidak punya otak, siapa pun yang berpikir seperti itu. Maksudku, itu benar-benar tidak masuk akal," ujar Wolff dengan nada tinggi menanggapi rumor sabotase tersebut. "Kami pernah mengalaminya di masa lalu dengan para penggemar Lewis. Maksudku, secara harfiah, aku tidak tahu apa yang sedang terjadi di kepala mereka saat ini.">

Baca Juga Verstappen Rebut Pole GP Singapura 2026, Antonelli Tembus 4 Besar

Lebih lanjut, Wolff menegaskan komitmen tinggi timnya dalam menjaga keadilan internal, terutama ketika Mercedes tengah berjuang habis-habisan memperebutkan gelar Juara Dunia Konstruktor. Ia menolak anggapan bahwa manajemen memiliki kendali penuh untuk merugikan salah satu pembalap demi kepentingan yang lain, mengingat filosofi dasar Silver Arrows selalu berakar pada penyediaan material dan kesempatan yang setara bagi kedua kompetitor di dalam garasi.

"Apakah mereka pikir aku punya tombol yang bertuliskan, 'Mesin George rusak sekarang', atau bahwa kami merugikan salah satu pembalap ketika kami sedang bertarung untuk Kejuaraan Konstruktor, ketika kami selalu memiliki pola pikir untuk menyediakan material yang sama rata bagi setiap orang?" tambahnya dengan nada menyindir para netizen.

Wolff menutup pernyataannya dengan menilai bahwa fenomena polarisasi dan hujatan daring ini sudah menjadi bagian dari sisi gelap dunia maya saat ini, di mana orang-orang merasa bebas melontarkan kebencian di balik layar komputer atau gawai mereka. Meski demikian, ia memilih untuk menganggap komentar-komentar ekstrem tersebut sebagai sebuah hiburan tersendiri di tengah tekanan kompetisi Formula 1 yang sangat melelahkan secara mental.