Tangerang , Nusantara Media – Dalam upaya nyata untuk terus menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang kerap memakan korban jiwa, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang kembali mengambil langkah proaktif. Melalui sebuah program inovatif bernama Simpatik Cegah Laka atau yang akrab disebut "Si Caka", petugas kepolisian secara stasioner turun langsung ke jalan untuk mengedukasi masyarakat.
Pada Rabu (5/8/2026), kegiatan difokuskan di salah satu titik yang dikenal rawan, yakni Jalan Raya Serang KM 32, tepatnya di wilayah Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Pemilihan lokasi ini tentu bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil Analisis dan Evaluasi (Anev) yang dilakukan oleh jajaran kepolisian, ruas jalan tersebut tercatat memiliki tingkat kerawanan dan fatalitas kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kehadiran petugas di titik black spot ini diharapkan mampu memberikan penyadaran langsung bagi para pengguna jalan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Tangerang, Kompol Fery Octaviari Pratama, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program Si Caka ini, pihaknya mengedepankan tindakan preventif dan edukatif. Personel yang bertugas memberikan pemahaman secara langsung kepada para pengendara roda dua maupun roda empat terkait krusialnya mematuhi aturan demi menjaga keselamatan saat berlalu lintas.
"Di lapangan, petugas kami secara aktif membagikan brosur serta flyer kepada masyarakat yang melintas. Media cetak tersebut berisi berbagai macam imbauan keselamatan, serta informasi penting mengenai ketentuan dan dasar hukum lalu lintas yang berlaku," ungkap Kompol Fery saat memberikan keterangan.
Lebih lanjut, Fery memaparkan bahwa Program Si Caka dirancang khusus sebagai langkah pencegahan strategis demi meminimalisasi angka laka lantas melalui pendekatan yang humanis. Menurutnya, edukasi yang menyentuh kesadaran masyarakat jauh lebih berdampak. Kegiatan penyuluhan jalanan ini sengaja menyasar kawasan dengan angka laka lantas yang mencolok agar pesan kewaspadaan langsung tepat sasaran.
"Tujuan utama kami bukan sekadar mengingatkan masyarakat secara formalitas, melainkan untuk membangun sebuah kesadaran kolektif. Kami ingin masyarakat paham betul bahwa keselamatan di jalan raya bukanlah tanggung jawab kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan," tegasnya.
Kasat Lantas juga menyoroti akar permasalahan dari tingginya kecelakaan di jalan raya. Berdasarkan pendataan Satlantas Polresta Tangerang, sebagian besar insiden tragis di jalan raya masih sangat dipengaruhi oleh faktor manusia (human error). Faktor-faktor tersebut meliputi kurangnya kedisiplinan pengendara, kebiasaan melanggar rambu jalan, hingga rendahnya kesadaran personal terhadap pentingnya cara berkendara yang aman.
Karena fenomena tersebut, Fery berkomitmen untuk terus mengedepankan program-program berbasis edukasi publik. Ia meyakini, dengan pemahaman aturan lalu lintas yang baik, masyarakat akan menerapkannya dalam rutinitas kehidupan sehari-hari, yang pada gilirannya akan menyelamatkan banyak nyawa.
"Harapan besar kami, melalui konsistensi pelaksanaan Program Si Caka ini, grafik angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polresta Tangerang, dapat terus ditekan secara signifikan," imbuh Kompol Fery.
Sebagai penutup, Fery menegaskan bahwa program edukasi simpatik semacam ini akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ke depan, Satlantas Polresta Tangerang telah memetakan berbagai titik rawan kecelakaan lainnya untuk dijadikan sasaran pelaksanaan Si Caka. Langkah konsisten ini menjadi manifestasi dari komitmen Polresta Tangerang dalam menciptakan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!