Aksi penuh perhitungan diperlihatkan oleh Liam Lawson pada sesi kualifikasi Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan ini. Pebalap asal Selandia Baru tersebut secara tak terduga memilih untuk tidak mencatatkan waktu putaran sama sekali di sesi Q3, meski ia sebenarnya memiliki dua set ban baru yang siap digunakan serta berhasil mengamankan penampilan kesembilannya di fase sepuluh besar musim ini. Keputusan strategis ini diambil bukan tanpa alasan yang matang, melainkan demi kepentingan yang jauh lebih besar untuk menghadapi balapan utama pada hari Minggu, terutama mengingat rekan setimnya di garasi Arvid Lindblad harus menerima hukuman penalti mundur di grid start akibat pergantian komponen mesin.
Keputusan taktis tersebut dikonfirmasi langsung oleh sang pebalap kepada media setelah sesi kualifikasi berakhir. Dengan memperhitungkan posisi rekan setimnya yang terkena sanksi, tim menilai bahwa mengambil risiko turun ke lintasan di Q3 tidak akan memberikan keuntungan yang signifikan dalam perebutan poin esok hari. "Kami memutuskan bahwa jika kami berhasil membawa kedua mobil ke Q3 dan mengingat Arvid memiliki penalti untuk balapan besok, kami tidak akan turun ke lintasan," ujar Liam Lawson kepada F1 TV. Ia menambahkan bahwa bahkan jika dirinya mampu mengungguli salah satu pebalap dari tim papan atas, posisi tersebut tidak akan realistis untuk dipertahankan secara murni selama balapan berlangsung, sehingga menyimpan ban baru menjadi pilihan yang paling masuk akal.
Sebelum mengambil langkah konservatif di akhir sesi, perjuangan pebalap bernomor mobil khas tersebut tidak diraih dengan mudah. Ia harus berjuang keras di Q2 dan hanya mampu mengamankan tiket ke Q3 dengan keunggulan tipis, berhasil menyingkirkan wakil Alpine Pierre Gasly dengan selisih waktu yang sangat tipis yaitu 0,022 detik saja. Padahal, sebelumnya ia sempat tampil sangat efisien dengan lolos dari Q1 hanya dengan menggunakan satu set ban saja. Kendati menyimpan rasa penasaran karena tidak bisa mengerahkan kemampuan maksimal mobilnya di Q3, ia tetap melihat sisi positif dari keputusan tim yang kini memiliki cadangan ban segar melimpah untuk strategi hari Minggu. "Ini disayangkan. Saya berhasil melewati Q1 hanya dengan satu set ban dan kami memiliki dua set baru untuk Q3. Jadi saya siap untuk mencobanya secara serius. Namun sayangnya, atau justru untungnya sekarang, kami memiliki banyak ban untuk balapan besok," imbuhnya.
Di sisi lain garasi, Arvid Lindblad justru mampu tampil impresif dan menyelesaikan kualifikasi di posisi kesembilan, yang sekaligus menandai penampilan kualifikasi Q3 ke-12 bagi sang debutan asal Inggris tersebut musim ini. Sayangnya, hasil baik ini harus dibayar mahal dengan hukuman penalti turun lima posisi di grid start akibat penggunaan mesin pembakaran internal keenam, yang telah melewati batas alokasi regulasi sebanyak empat unit per musim. Sanksi ini melengkapi rentetan masalah teknis yang sebelumnya juga menimpa sang pebalap muda di Grand Prix Bahrain di Malaysia, di mana ia terpaksa harus memulai lomba dari posisi paling buncit.
Baca Juga Robert Kubica Kenang Comeback F1 2019 Bersama Williams Sebagai Kemenangan TerbesarPertarungan sengit di barisan tengah ini menjadi krusial mengingat ketatnya perebutan posisi kelima klasemen konstruktor antara tim yang menaungi mereka melawan rival terdekatnya, Alpine. Dengan Pierre Gasly yang akan memulai balapan tepat di belakang dari posisi keseblasan, serta ancaman dari pebalap lain seperti Franco Colapinto dan Gabriel Bortoleto yang turut terseret hukuman penalti grid, jalannya balapan diprediksi akan berlangsung sangat dramatis. Berbekal data simulasi balapan panjang yang cukup menjanjikan sejak sesi latihan bebas hari Jumat, Liam Lawson merasa optimistis timnya memiliki kecepatan yang mumpuni untuk mempertahankan posisi penting dan meredam tekanan dari para pesaing di belakang mereka.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!