Jeda antara Grand Prix Singapura dan Austin memberikan kesempatan bagi para pengamat dan penggemar ajang Formula 1 untuk menelaah berbagai data menarik yang tersaji musim ini, ketika kejuaraan dunia hanya menyisakan enam seri tersisa. Di tengah dominasi yang diperlihatkan oleh tim-tim papan atas, sebuah statistik mengenai jumlah putaran yang dihabiskan di posisi terdepan memunculkan perdebatan yang cukup kontras dengan klasemen kejuaraan dunia yang sesungguhnya.

Dominasi di barisan terdepan tidak lepas dari performa impresif duo pembalap Mercedes yang memimpin jalannya persaingan kategori ini. Andrea Kimi Antonelli mencatatkan 365 putaran di posisi terdepan, sementara rekan setimnya, George Russell, berada di tempat kedua dengan 237 putaran. Angka-angka tersebut menegaskan keunggulan teknis yang sempat diperlihatkan oleh panah perak, khususnya pada awal musim ketika para rival kesulitan mengimbangi kecepatan mobil W17 di atas lintasan.

Namun, kejutan terbesar justru datang dari posisi ketiga dalam daftar perolehan putaran terbanyak sebagai pemimpin lomba, yang diisi oleh pembalap andalan Ferrari, Charles Leclerc. Meskipun sempat ada periode di mana persaingan ketat melibatkan nama-nama besar lain seperti Max Verstappen maupun Lando Norris, Leclerc justru muncul sebagai pembalap non-Mercedes dengan catatan putaran terbanyak di posisi terdepan sejauh musim ini berjalan.

- Advertisement -
Advertisement

Secara keseluruhan, pembalap asal Monako tersebut telah memimpin balapan selama 122 putaran, unggul tipis dari torehan Max Verstappen dan bahkan mencatatkan hampir tiga kali lipat dari perolehan rekan setimnya sendiri. "Il monegasco della Ferrari e stato al vertice per 10 o piu tornate in ben cinque Gran Premi, ma ha vinto solo una volta," demikian catatan statistik yang menunjukkan betapa tingginya potensi kecepatan awal yang dimiliki oleh skuad Kuda Jingkrak dalam berbagai kesempatan balapan akhir pekan.

Baca Juga Wolff Terkejut Antonelli Bisa Kalahkan Hamilton di GP Singapura

Catatan tersebut merinci bagaimana Leclerc sempat memimpin jalannya balapan dalam enam Grand Prix berbeda, termasuk di Australia, Miami, Belgia, Madrid, hingga kemenangan tunggalnya di Grand Prix Inggris. Meskipun sering kali mampu merangsek ke barisan terdepan dan mendikte tempo balapan di fase awal, berbagai kendala teknis, faktor keberuntungan, maupun insiden membuat sang pembalap bernomor mobil 16 ini gagal mempertahankan posisi tersebut hingga garis finis.

Akibat dari kurangnya konversi kemenangan tersebut, posisi di klasemen sementara Formula 1 menempatkan Leclerc di peringkat kelima, tertinggal di belakang rival-rivalnya meskipun secara statistik ia jauh lebih sering mencicipi udara bersih di barisan terdepan. Situasi ini menyisakan pekerjaan rumah yang besar bagi tim asal Maranello tersebut untuk menemukan konsistensi balapan yang utuh demi mengubah kecepatan murni menjadi perolehan poin maksimal di sisa musim kompetisi.