Pandeglang,Nusantara Media - Dalam upaya memperkuat kesadaran lingkungan sejak dini, SMPN 1 Karang Tanjung menggelar program kokurikuler bertema disiplin diri, cintai negeri, dan merawat bumi di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan nyata ini diwujudkan melalui aksi penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir pantai Panimbang guna mengantisipasi ancaman abrasi dan bencana alam di masa mendatang.

Pelaksanaan program konservasi lingkungan ini melibatkan ratusan siswa yang didampingi oleh guru pendamping dari masing-masing kelas. Selain pihak sekolah, kegiatan tersebut juga mendapat pengawalan ketat serta dukungan penuh dari aparat keamanan setempat, termasuk jajaran Koramil 0117/Panimbang Kodim 0601/Pandeglang dan Polsek Panimbang, serta dibuka secara resmi oleh Camat Panimbang untuk memastikan kelancaran acara.

img-8e5c7067.webpAksi penanaman 1.000 pohon mangrove oleh siswa SMPN 1 Karang Tanjung bersama TNI dan aparat desa di pesisir Panimbang, Pandeglang.

- Advertisement -
Advertisement

Ketua Koordinator Kegiatan Penanaman Mangrove di SMPN 1 Karang Tanjung, Safdinah, M.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang khusus untuk memberikan pelajaran berharga bagi anak-anak agar mampu merawat diri sekaligus menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap tanah air. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, para siswa diharapkan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian ekosistem alam, khususnya di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga Rumah Yatim Catat 480 Penerima Manfaat Beasiswa Kuliah, 223 Mahasiswa Telah Lulus

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Panimbang sekaligus Ketua Komunitas Peduli Alam (KPA) Satuan Tanggap Bencana Kabupaten Pandeglang, H. Riyanto, menegaskan bahwa penanaman mangrove ini merupakan langkah preventif yang krusial. Program konservasi tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan alam pesisir, tetapi juga menjadi benteng pertahanan ekologis dalam mencegah potensi bencana seperti banjir rob dan pengikisan garis pantai.

Dalam kesempatan yang sama, pihak penyelenggara juga mengimbau seluruh elemen masyarakat pesisir serta aparat desa setempat untuk senantiasa bahu-membahu menjaga dan merawat tanaman mangrove yang telah ditanam. Perawatan yang berkelanjutan dinilai sangat esensial agar bibit-bibit tersebut dapat tumbuh subur dan memberikan perlindungan jangka panjang bagi keselamatan lingkungan serta kehidupan warga sekitar.