Pandeglang,  Nusantara Media – Semangat gotong royong yang menjadi warisan budaya bangsa kembali ditunjukkan oleh warga Kampung Pasir Kadang, Desa Turus, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kamis,  30 Juli 2026.

Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, warga bahu-membahu memperbaiki akses jalan desa yang selama ini menjadi kendala mobilitas.

Kegiatan ini semakin istimewa dengan hadirnya Babinsa Koramil 0011/Pagelaran, Kodim 0601/Pandeglang, Sertu Widagyo, yang turun langsung mengawasi dan berbaur dengan warga.Infrastruktur jalan yang tengah dibangun ini memiliki panjang 80 meter.

- Advertisement -

Kondisi jalan yang sebelumnya rusak parah dan sulit dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki menjadi pemicu inisiatif swadaya dari masyarakat setempat.

Rusaknya akses jalan tersebut telah lama menghambat aktivitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan akses pendidikan anak-anak sekolah.Sertu Widagyo, selaku Babinsa yang membina wilayah Desa Turus, memberikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi aktif warga.

Kehadirannya di lokasi gotong royong bukan hanya sekadar mengawasi, melainkan untuk memberikan motivasi dan teladan serta memastikan pengerjaan sesuai dengan standar. "Saya bangga dengan semangat warga di sini. Ini adalah bukti kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kita harus saling bahu-membahu untuk mengatasi kesulitan bersama," ujar Sertu Widagyo di sela-sela kegiatannya.Kepala Desa Turus, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan Babinsa dan Kodim 0601/Pandeglang.

Pembangunan jalan ini merupakan hasil rembug warga yang sepakat untuk memperbaikinya secara mandiri tanpa menunggu bantuan dari pemerintah terlebih dahulu. "Inisiatif ini tumbuh dari keinginan warga untuk mempermudah akses ekonomi dan sosial mereka.

Bantuan fisik dan motivasi dari Bapak Babinsa sangat berarti bagi kami," ungkapnya.Proses pembangunan jalan melibatkan campuran pasir, semen, dan batu kerikil yang diaduk manual dan kemudian dicor di sepanjang jalur yang rusak. Tampak warga bergantian mengangkut material dan melakukan pengecoran.

Diharapkan, setelah rampung, jalan sepanjang 80 meter ini dapat memperlancar mobilitas warga, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian desa, dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi setiap pengguna jalan.

Aksi gotong royong ini menunjukkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat dapat melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan bersama.