Di balik kesuksesan meraih pole position dan kemenangan dominan di berbagai Grand Prix musim ini, Lando Norris secara terbuka membongkar realitas pahit di balik kemudi mobil McLaren. Pembalap asal Inggris tersebut menyatakan bahwa mesin papaya yang ia kendarai merupakan salah satu kendaraan paling sulit yang pernah ia rasakan sepanjang kariernya di ajang Formula 1, mematahkan ilusi kesempurnaan yang selama ini terlihat di atas lintasan.

Menjelang akhir pekan balapan di Austin, Norris membuka suara kepada media mengenai betapa menuntutnya mobil tersebut di dalam kokpit. Meskipun ia tampak nyaman memimpin barisan depan pada paruh musim panas lalu, situasi di balik kemudi jauh berbeda dari apa yang disaksikan oleh para penonton. Kinerja luar biasa di sesi kualifikasi sering kali harus dibayar dengan usaha ekstra keras dan margin kesalahan yang sangat tipis di setiap tikungan.

"Jadi Anda tahu itu bukan berarti kami hanya menang dalam segalanya dan itu mudah; mobil ini mungkin adalah salah satu mobil tersulit yang pernah saya kendarai," ungkap Norris menjelaskan situasi sebenarnya di dalam garasi tim. "Tetapi saya menyatukan semuanya, dan saya mengemudi dengan baik, dan saya bisa lolos darinya, tetapi ini bukanlah mobil yang bisa Anda gunakan untuk memenangkan kejuaraan dunia."

- Advertisement -
Advertisement

Pembalap andalan tim asal Woking ini menambahkan bahwa jendela operasional mobil tersebut sangatlah sempit. Untuk mengamankan posisi terdepan pada hari Sabtu, ia harus mengerahkan kemampuan maksimal yang hampir mustahil dipertahankan secara konsisten tanpa risiko besar. Keunggulan kecepatan murni sering kali menutupi ketidakstabilan sasis yang membuat mobil sangat tidak bisa diprediksi ketika didorong hingga batas maksimalnya.

Baca Juga George Russell Terkena Penalti 60 Posisi di GP Singapura

"Maksud saya itu hanyalah mobil yang lebih cepat, tetapi saya pikir tahun depan kami tidak akan memenangkan kejuaraan jika kami hanya memiliki mobil yang secepat itu," lanjutnya sembari menyoroti betapa sulitnya merangkai satu putaran sempurna di sesi kualifikasi. "Ini adalah mobil yang untuk menyatukan putaran kualifikasi hampir mustahil, dan untuk menjadi secepat yang kami inginkan hampir mustahil."

Menatap musim depan, Andrea Kimi Antonelli bersama para rival lainnya tentu memperhatikan perkembangan ketat ini, sementara Oscar Piastri juga harus menghadapi tantangan serupa di garasi sebelah. Norris menegaskan bahwa departemen teknik di markas utama harus mengubah pendekatan pengembangan mereka jika ingin bersaing secara konsisten memperebutkan gelar juara dunia, bukan sekadar mengandalkan angka downforce angin palsu yang menyulitkan pengemudi.

Lando Norris McLaren Formula 1
Lando Norris saat sesi latihan bebas Formula 1. (Foto: Dok. Istimewa)