Pembalap Oscar Piastri kembali menunjukkan ketajamannya di luar lintasan Formula 1 dengan mengalahkan bintang MotoGP Pedro Acosta dalam sebuah ajang tarung ulang off-road yang menantang. Kedua bintang balap dunia ini dipersatukan kembali untuk proyek bertajuk Quad Lock's Young Guns Part 2, di mana mereka harus menukar kemudi kendaraan balap profesional masing-masing dengan buggy off-road identik bermerek Segway Super Villain untuk menguji kemampuan di medan tanah berlumpur.

Aksi seru tersebut direkam secara khusus di sirkuit motocross Monti MX yang terletak dekat kawasan Menton di selatan Prancis. Tantangan dirancang sedemikian rupa untuk menguji adaptasi kedua pembalap melalui lintasan tanah penuh rintangan, mulai dari gundukan lompatan tinggi, alur trek yang dalam, hingga tikungan-tikungan licin yang menuntut teknik tinggi. Pertarungan ini menjadi sebuah ajang balas dendam sekaligus kelanjutan dari kompetisi Young Guns pertama yang dihelat pada tahun 2024 lalu, di mana Piastri sebelumnya keluar sebagai pemenang dalam duel balap gokart di Prancis.

Pergantian medium dari aspal dan gokart ke lintasan tanah menghadirkan tantangan tersendiri bagi sang pembalap asal Australia tersebut. Meskipun Acosta lebih terbiasa dengan kompetisi roda dua serta memiliki pengalaman lebih baik dalam menaklukkan trek tanah, persaingan tetap berjalan sangat ketat sejak awal. Terkait jalannya duel di atas permukaan yang licin dan penuh lompatan ekstrem ini, Piastri memberikan komentarnya usai acara berakhir.

- Advertisement -
Advertisement

"Terakhir kali adalah gokart, yang merupakan kandang bagi saya, jadi saya memiliki sedikit keuntungan," ujar Piastri menjelaskan dinamika kompetisi. "Kali ini Pedro mungkin memiliki keunggulan, dengan medan tanah dan lompatannya. Saya akan membiarkan orang-orang menonton dan memutuskan siapa yang menanganinya dengan lebih baik," imbuhnya dengan nada santai.

Acara yang dipandu langsung oleh petualang sekaligus presenter televisi terkemuka, Charley Boorman, ini menyajikan tiga tantangan terpisah yang menguji kecepatan serta ketahanan mental kedua atlet. Rangkaian kompetisi dimulai dengan sesi balap sprint cepat, dilanjutkan dengan tes jebakan kecepatan, dan ditutup oleh duel pamungkas sepanjang dua putaran penuh yang menentukan. Piastri membuktikan diri sebagai kompetitor yang lebih tangguh pada tahap-tahap awal.

Baca Juga Ai Ogura Kembali di MotoGP Austria, Tetap Rendah Hati

Pembalap andalan tim asal Woking tersebut sukses memenangkan sesi sprint maupun tes jebakan kecepatan, sehingga mengantongi keunggulan psikologis yang signifikan menjelang babak penentuan. Acosta mencoba bangkit dan memberikan perlawanan sengit pada balapan pamungkas, namun sebuah kesalahan kecil di tikungan jepit pertama membuatnya harus kehilangan waktu berharga. Tidak hanya itu, Acosta bahkan nyaris menggulingkan buggy yang dikendarainya ketika berusaha menyerang salah satu gundukan lompatan.

Pada akhirnya, Piastri mampu merampungkan tantangan pamungkas dengan catatan waktu 1 menit 53 detik, unggul satu detik lebih cepat dari Acosta untuk mengamankan kemenangan kedua atas rival balap motornya tersebut. Meskipun harus kembali mengakui keunggulan rivalnya dan menelan kekalahan kedua, Acosta tetap menikmati kesempatan langka untuk bersaing secara kompetitif dengan Piastri di luar kejuaraan resmi masing-masing.

"Saya selalu bersenang-senang dengan Oscar," ungkap Acosta mengekspresikan kesan positifnya terhadap acara tersebut. "Kami banyak tertawa saat membuat video pertama, dan yang ini juga sama. Berada di atas tanah dengan buggy adalah sesuatu yang berbeda bagi kami, dan trek di Monti sangat luar biasa," tambahnya. Menariknya, wacana untuk menggelar seri ketiga sempat mencuat setelah Acosta melontarkan gagasan agar mereka beralih menggunakan sepeda motor pada pertemuan selanjutnya. Kendati demikian, Piastri menyambut ide tersebut dengan keraguan mengingat risiko tinggi dan komitmen ketatnya bersama tim McLaren di ajang balap mobil roda satu dunia.