Esteban Ocon membela manuver overtake kontroversialnya terhadap Alexander Albon di Grand Prix Belanda, sambil mengkritik aturan Formula 1 yang membuatnya kehilangan posisi saat start ulang. Insiden terjadi di lap pertama di Zandvoort yang sedikit basah, ketika Max Verstappen mengalami kecelakaan dan Gabriel Bortoleto melakukan spin 360 derajat.

Ocon, yang memanfaatkan situasi dengan mempercepat lebih cepat dari Albon setelah melewati zona bendera kuning, berhasil merebut posisi ke-13. Namun, Williams merasa tindakan itu tidak pantas, seperti yang diutarakan Albon melalui radio tim: "Maaf, tapi apa yang Esteban lakukan itu gila. Dia menyalipku di tengah kecelakaan."

Pembalap Haas itu bersikeras bahwa ia tidak melanggar aturan. "Saya menyalip Alex, ya, tapi saya punya hak karena saat itu sudah lampu hijau," ujarnya. Namun, ia kecewa karena aturan F1 menetapkan grid untuk start kedua berdasarkan klasifikasi akhir lap pertama, sehingga overtake-nya dianggap tidak sah.

- Advertisement -
Advertisement

Ocon menyoroti keanehan aturan tersebut: "Yang disayangkan adalah Anda harus mengambil semua risiko ini. Anda bermain dengan kemungkinan dapat penalti atau tidak. Saya tidak dapat penalti, tapi sangat ketat karena saya melewatinya tepat saat lampu hijau. Dan kemudian mereka mengembalikan Anda ke posisi start balapan. Aturan ini sudah seperti itu selamanya, tapi seharusnya tidak begitu."

Ia menambahkan, "Kalau saja saya menyalip 20 meter lebih awal, saya akan mendapat posisi itu. Kami masih balapan selama satu setengah sektor sebelum bendera merah dikibarkan setelah Tikungan 5. Kami melewati sektor satu dan masuk sektor dua. Jadi, saya seharusnya start di depan Alex."

Baca Juga Pierre Gasly Dukung FIA, Pahami Protes McLaren soal Penalti Monako

Setelah start ulang, Ocon terjebak di belakang Albon sebelum pit stop awal pada lap 16 untuk mencari udara bersih. Ia kembali berada di posisi ke-14 sebelum akhirnya retired pada lap 53 karena masalah unit tenaga. Ocon mengakui ada peluang strategi yang lebih baik, tapi menegaskan bahwa degradasi ban menjadi kendala.

Menurut Ocon, masalahnya adalah F1 tidak menggunakan data waktu yang lebih akurat untuk menentukan posisi start ulang. "Saya tidak percaya di Formula 1 kita tidak punya timing loop setiap 20 meter. Aturan ini sangat kuno. Saya sudah bilang di radio, jangan biarkan Alex start di depanku lagi. Dan untuk beberapa alasan, saya merasa mereka akan melakukan itu," pungkasnya.