Menjelang akhir pekan balap yang dinantikan di Circuit of the Americas, juara dunia Max Verstappen melontarkan kritik tajam terkait kondisi permukaan trek yang dinilai sangat mengkhawatirkan. Pembalap asal Belanda ini secara terbuka memperingatkan bahwa undulasi dan kontur bergelombang di sirkuit tersebut berpotensi membahayakan kesehatan fisik para pembalap, khususnya kesehatan tulang belakang mereka sepanjang akhir pekan Formula 1 berlangsung.

Sebagai salah satu venue paling digemari dalam kalender balap, COTA biasanya selalu menjanjikan pertarungan ketat dan atmosfer yang luar biasa. Namun, kekhawatiran mendalam mulai merayap setelah pemantauan pada ajang balap ketahanan dunia WEC sebelumnya. Berdasarkan pengamatan visual dan data awal, permukaan lintasan terlihat mengalami degradasi yang memunculkan ketidakrataan ekstrem, memicu antisipasi negatif dari para kontestan ajang premier single-seater ini.

Dalam sesi jumpa pers jelang akhir pekan, pembalap andalan Red Bull Racing tersebut tidak menutupi keengganannya menghadapi situasi trek yang buruk. "Dari apa yang saya lihat di WEC, treknya sangat bergelombang. Jujur, saya tidak terlalu menantikan hal itu untuk tulang belakang Anda," ujar Verstappen kepada media, termasuk Motorsport Week, menyoroti ancaman nyata yang mengintai postur tubuh para atlet kecepatan tinggi.

- Advertisement -
Advertisement

Kritik ini bukanlah reaksi spontan semata, melainkan akumulasi dari keluhan yang telah disuarakan selama beberapa tahun terakhir. Sang juara dunia empat kali menegaskan bahwa situasi di lintasan kini telah melampaui batas kewajaran. Masalah struktural pada landasan aspal membuat mobil-mobil Formula 1 modern dengan suspensi kaku harus menanggung guncangan hebat di hampir setiap tikungan, menciptakan risiko cedera jangka panjang yang tidak boleh diabaikan begitu saja oleh otoritas pengelola.

Ketika disinggung mengenai potensi alasan dari pihak penyelenggara terkait kondisi geografis tanah di wilayah tersebut, Verstappen secara tegas menepis argumen pembelaan itu. Menurutnya, karakteristik tanah yang labil seharusnya sudah diantisipasi sejak awal pembangunan melalui rekayasa teknik sipil yang jauh lebih matang. "Ini sangat buruk. Tentu saja, Anda bisa menggunakan alasan bahwa masalahnya ada pada tanah, tetapi Anda seharusnya sudah tahu itu dan memastikan untuk memperkuatnya lebih jauh," tambahnya dengan nada geram.

Baca Juga Coulthard Sindir Lando Norris yang Samai Rekor Kemenangan F1-nya

Di balik kritik kerasnya, pembalap berprestasi tersebut tetap menyampaikan kecintaannya yang mendalam terhadap tata letak sirkuit di Austin, Texas. Ia memuji atmosfer kota serta arsitektur trek yang menantang adrenalin. Kendati demikian, rasa kagum tersebut tidak mampu menutupi fakta bahwa kondisi keselamatan fisik saat ini berada dalam posisi yang memprihatinkan dan dikategorikan sebagai hal yang sama sekali tidak dapat diterima.

"Maksud saya, saya menyukai trek ini, saya menyukai tempat ini. Ini adalah salah satu tata letak terbaik yang pernah ada, dan salah satu venue serta kota terbaik untuk dikunjungi. Tetapi bagi saya, guncangan yang kita miliki tidak dapat diterima," ungkapnya lugas. Upaya perbaikan tambal sulam yang dilakukan pengelola selama ini dinilai tidak menyelesaikan akar permasalahan yang sebenarnya bersumber dari fondasi paling dalam di bawah lapisan aspal.

Penyelesaian masalah secara permanen diakui memerlukan investasi finansial yang masif serta alokasi waktu pengerjaan yang tidak sedikit. Namun, mengingat keselamatan dan kesehatan fisik para pembalap kini dipertaruhkan, langkah radikal pembongkaran total menjadi satu-satunya solusi logis. "Tetapi itu, tentu saja, berarti Anda harus benar-benar membuka kembali trek tersebut. Itu membutuhkan banyak biaya dan waktu. Tapi sejujurnya, itulah satu-satunya cara untuk menyingkirkannya. Karena ya, guncangan ini tidak alami dan sudah di luar kendali," pungkasnya.