Akhir pekan ini, ajang balap MotoGP akan kembali menderu di Sirkuit Phillip Island. Momen ini sekaligus menandai penampilan terakhir kelas premier di lintasan ikonik tersebut sebelum Grand Prix Australia secara resmi dipindahkan ke Adelaide pada musim 2027 mendatang. Bagi Marc Marquez, rangkaian balapan di sirkuit tepi laut ini dipastikan akan menjadi sebuah peristiwa yang sarat akan emosi mendalam bagi seluruh paddock dan para penggemar balap motor internasional.

Sebagai sebuah sirkuit yang didominasi oleh tikungan ke kiri, Phillip Island selalu menjadi panggung spesial yang seolah tercipta khusus bagi karakter balap Marquez. Sepanjang kariernya yang gemilang, sirkuit legendaris ini telah menyaksikan berbagai momen paling ikonik sekaligus dramatis sang pebalap asal Spanyol tersebut. Mulai dari aksi luar biasa pada musim 2022 saat ia sukses merangsek naik ke atas podium bersama Honda, kemenangan dramatis pada 2019 ketika ia memaksa lawannya melakukan kesalahan di lap pemungkas, hingga kebangkitan fantastis pada 2024 saat ia mampu melibas barisan depan demi membungkam rival terberatnya.

Namun, di balik catatan manis tersebut, Phillip Island juga menyimpan memori kelam dan ujian terberat dalam perjalanan karier sang juara dunia. Sejarah mencatat bagaimana sirkuit ini pernah memberikan trauma lewat insiden kecelakaan hebat pada musim 2018, serta memori pahit diskualifikasi pada tahun 2013 akibat masalah strategi pergantian motor. Kendati demikian, menatap seri balapan akhir pekan ini, Marquez tetap memandang sirkuit berkarakter cepat dan mengalir ini dengan penuh rasa hormat serta kekaguman mendalam yang sulit disamakan dengan trek lainnya di kalender balap.

- Advertisement -
Advertisement

Dilansir dari Crash.net, Marc Marquez mengungkapkan pandangannya jelang akhir pekan balapan, di mana saat ini ia tengah berada dalam persaingan ketat klasemen dengan selisih tipis dua poin saja dari posisi puncak. "Phillip Island adalah sirkuit yang luar biasa, dan membalap di sini untuk terakhir kalinya tentu akan menjadi momen yang sangat emosional," ujar Marquez penuh antusias. Ia menambahkan bahwa lintasan tersebut memiliki tata letak yang unik dan memukau, di mana dirinya pernah meraih salah satu kemenangan perdana bersama pabrikan barunya serta siap kembali bertarung di barisan terdepan.

Baca Juga Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Mandalika, Aprilia Kuasai Posisi 1-4

Di sisi garasi pabrikan Ducati Lenovo, situasi berbeda dirasakan oleh rekan setim Marquez yakni Francesco Bagnaia. Pebalap asal Italia tersebut mengakui bahwa dirinya belum pernah sekalipun berdiri di podium tertinggi Sirkuit Phillip Island sepanjang kariernya di kelas utama. Meskipun demikian, torehan poin penting di sirkuit ini pada musim-musim sebelumnya terbukti menjadi fondasi krusial dalam perjalanan kampanye perebutan gelar juara dunia yang ia jalani pada tahun 2022 dan 2023 lalu.

Menghadapi akhir pekan terakhir yang bersejarah ini, Bagnaia tetap menunjukkan motivasi tinggi untuk memecahkan rekor kebuntuannya di Australia. "Ini akan menjadi kesempatan terakhir di lintasan ini, sebuah sirkuit di mana saya belum berhasil menang namun memiliki daya tarik luar biasa, tata letak yang istimewa, dan penuh dengan adrenalin murni," tutur Bagnaia menegaskan. Seluruh tim dipastikan akan bekerja keras sejak sesi latihan bebas hari Jumat demi memaksimalkan potensi paket motor mereka di atas aspal Phillip Island.