Musim kompetisi balap Manuel Lettenbichler ditutup dengan catatan yang sangat gemilang setelah pebalap andalan pabrikan asal Austria tersebut mengunci gelar juara dunia kelas Hard Enduro musim 2026. Dominasi pebalap berjuluk Letti ini tidak terbendung sepanjang kalender balap, di mana ia sukses mengamankan lima kemenangan dari total delapan seri yang dilombakan, serta mengoleksi dua kali finis di posisi kedua dan satu kali podium ketiga.

Kesuksesan luar biasa tersebut membuat pebalap andalan KTM ini mengumpulkan total 223 poin di klasemen akhir. Ia unggul jauh dengan selisih 40 poin dari rival terdekatnya, Mitch Brightmore, yang membela tim X-GRIP Racing GASGAS. Keunggulan poin yang signifikan ini memperlihatkan betapa konsistennya performa sang juara bertahan sepanjang musim bergulir, meskipun persaingan di barisan depan dari para kompetitor tidak pernah mengendor.

Dalam wawancara eksklusif bersama Speedweek, pebalap asal Jerman tersebut mengungkapkan pandangannya mengenai pencapaian istimewa ini. Berbeda dari gelar-gelar sebelumnya yang diraih dengan ketegangan tinggi, trofi kelima secara beruntun ini memiliki makna yang jauh lebih personal dan emosional karena diraihnya setelah menyandang status sebagai seorang ayah.

- Advertisement -
Advertisement

"Terima kasih! Setelah Roof of Africa saya sudah memiliki keunggulan poin yang relatif awal, sehingga saya hampir bisa mengamankan gelar di Turki. Sangat keren bisa membawanya pulang sekarang, tetapi tentu saja rasanya tidak sama seperti saat Anda memenangkan yang pertama," ujar Lettenbichler kepada Speedweek.

"Ini sebenarnya harus dirayakan — bukan karena Anda telah mengamankan gelar juara dunia kelima, tetapi karena Anda telah meraih gelar juara dunia pertama sebagai seorang ayah," tambahnya dengan penuh antusias.

Baca Juga Audi Konfirmasi Evaluasi Penjualan Ducati, Nilainya Capai Rp21 Triliun

Seri penutup musim di Hixpania juga menyajikan pertarungan yang sangat ketat di lintasan. Meskipun sudah mengantongi keunggulan poin yang aman di klasemen, Lettenbichler menegaskan bahwa dirinya tidak menurunkan kewaspadaan dan tetap memacu motornya secara maksimal menghadapi perlawanan sengit dari pebalap Spanyol, Mario Roman, yang tampil luar biasa di kandang sendiri.

"Mario membalap dengan sangat kuat. Tidak, saya tetap ingin memberikan yang terbaik dan menjalani balapan yang bagus. Hanya saja itu tidak cukup untuk mengejar Mario — dia benar-benar membalap dengan sangat, sangat kuat dan saya telah mengerahkan segalanya untuk bisa menyusulnya," jelas Lettenbichler mengulas jalannya balapan penutup tersebut.

Memasuki persiapan musim kompetisi mendatang, fokus utama sang juara dunia kini beralih pada pengembangan teknis motor dan pemulihan fisik. Lettenbichler memastikan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru turun di ajang SuperEnduro demi memaksimalkan program pengembangan kuda besi bersama tim jelang bergulirnya kejuaraan tahun 2027.

PosPebalap (Negara)Tim / PabrikanPoin
1Manuel Lettenbichler (D)KTM223
2Mitch Brightmore (GB)GASGAS183
3Teodor Kabakchiev (BG)Sherco149
4Ashton Brightmore (GB)GASGAS143
5James Moore (ZA)Beta138
6Mario Roman (E)Husqvarna120
7Billy Bolt (GB)Husqvarna104
8Wade Young (ZA)--