Persaingan sengit kejuaraan dunia Moto3 kembali menyita perhatian para pecinta balap internasional setelah akhir pekan yang luar biasa di sirkuit Sepang, Malaysia. Lintasan ikonik tersebut menjadi saksi bisu bagaimana Maximo Quiles sekali lagi menegaskan statusnya sebagai protagonis mutlak di atas lintasan. Aksi memukau ini tersaji menyusul keputusan pembatalan Grand Prix Australia sebelumnya, yang membuat atmosfer balapan di Sepang terasa semakin krusial bagi para pembalap dalam memperebutkan poin maksimal di paruh akhir musim kompetisi.
Bagi sang juara dunia baru, kepuasan atas titel mayor yang baru saja disegel ternyata belum cukup memadamkan rasa laparnya akan kemenangan. Di Sepang, ia kembali menunjukkan kelasnya dengan mengamankan kemenangan kesebelas sepanjang musim ini secara fantastis. Tambahan poin penuh tersebut semakin memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara, sekaligus memperlebar keunggulan telak hingga 148 poin atas pesaing terdekatnya di peringkat kedua klasemen kejuaraan dunia.
Posisi runner-up klasemen sementara saat ini masih diamankan oleh David Almansa meski ia harus bekerja ekstra keras menghadapi tekanan masif. Almansa kini mengantongi keunggulan tipis dengan selisih 23 poin saja dari dua kompatriotnya, yakni Brian Uriarte dan Alvaro Carpe. Situasi ketat ini otomatis membuat pertarungan memperebutkan posisi kedua di akhir musim menjadi sangat terbuka, dramatis, dan dipastikan akan menghadirkan drama tersisa di seri-seri berikutnya.
Sementara itu, persaingan di kategori pabrikan sudah menemui titik akhir yang definitif setelah gelar juara dunia Konstruktor resmi dikunci oleh KTM jauh sebelum musim ini berakhir sepenuhnya. Konsistensi teknis dan performa motor pabrikan asal Austria tersebut terbukti menjadi yang paling superior dibandingkan para rival seperti Honda. Dominasi ini menegaskan keunggulan pengembangan sasis dan mesin yang solid sepanjang kalender balap tahun ini.
Baca Juga David Almansa Pimpin Latihan Moto3 Malaysia di SepangDi jajaran pembalap lainnya, persaingan papan tengah juga tak kalah menarik untuk disimak. Adrian Fernandez berada di posisi kelima dengan raihan 157 poin di atas Honda, diikuti oleh pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Pratama, yang tampil gemilang di peringkat ketujuh dengan koleksi 131 poin. Performa konsisten Veda bersama pabrikan sayap tunggal membuktikan daya saing tinggi para debutan di kancah Grand Prix internasional musim ini.
Melengkapi sepuluh besar klasemen, Valentin Perrone menempati posisi kedelapan dengan 121 poin menunggangi KTM, sementara Matteo Bertelle menyusul di urutan kesepuluh dengan mengantongi 103 poin. Pertarungan ketat di zona poin ini menunjukkan betapa kompetitifnya grid Moto3 2026, di mana setiap kesalahan kecil di atas lintasan dapat langsung berdampak fatal pada perolehan posisi akhir klasemen kejuaraan dunia.
| Pos | Pembalap | Pabrikan | Poin |
|---|---|---|---|
| 5 | Adrian Fernandez | Honda | 157 |
| 7 | Veda Pratama | Honda | 131 |
| 8 | Valentin Perrone | KTM | 121 |
| 10 | Matteo Bertelle | KTM | 103 |
| 14 | Joel Esteban | Honda | 78 |
| 16 | Casey O’Gorman | Honda | 66 |
| 20 | Ryusei Yamanaka | KTM | 46 |
| 24 | Cormac Buchanan | KTM | 5 |
| 26 | Leo Rammerstorfer | Honda | 2 |
| 27 | Kiattisak Singhapong | Honda | 1 |
| 31 | Leonardo Abruzzo | KTM | 0 |
| 32 | Eduardo Gutierrez | KTM | 0 |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!