Akhir pekan balapan di Circuit of the Americas menghadirkan tantangan berat bagi tim McLaren, di mana Oscar Piastri harus kembali melalui sesi kualifikasi yang penuh rasa frustrasi. Pembalap asal Australia tersebut mengakui bahwa ia dan krunya sama sekali belum mampu menemukan solusi atas berbagai masalah penanganan kendaraan yang terus mengganggu sepanjang akhir pekan ini. Catatan waktu dan posisi start menunjukkan stagnasi performa yang cukup mengkhawatirkan bagi tim yang biasanya bersaing di barisan terdepan.

Hasil sesi kualifikasi ini menandai momen ketiga secara beruntun bagi Oscar Piastri harus puas mengamankan posisi start ketujuh di grid. Sementara itu, rekan setimnya yakni Lando Norris bernasib tidak jauh berbeda dengan menduduki posisi kedelapan. Situasi Lando Norris semakin diperparah setelah catatan waktu putaran terakhirnya di sesi Q3 harus dihapus oleh pengawas perlombaan karena terbukti melewati batas lintasan atau track limits.

Meskipun sempat memperlihatkan kilatan kecepatan di awal sesi, termasuk saat Lando Norris keluar sebagai yang tercepat pada sesi Q1, kedua pembalap tetap merasa sangat kewalahan menghadapi karakteristik mobil yang sangat tidak bisa ditebak. Bahkan, sang juara dunia mendeskripsikan mobil musim ini sebagai kendaraan paling sulit yang pernah ia kendarai sepanjang karier profesionalnya di ajang balap Formula 1.

- Advertisement -
Advertisement

Berbicara kepada awak media F1 TV seusai kualifikasi, Oscar Piastri tampak kesulitan menjelaskan mengapa McLaren begitu kesulitan mengeluarkan potensi maksimal dari paket aerodinamika dan sasis mereka. "Ini adalah akhir pekan yang sangat berat. Kami tidak memiliki kecepatan yang cukup. Ini benar-benar membuat kepala pusing," ungkap Oscar Piastri dengan nada penasaran.

Baca Juga Tsunoda: Racing Bulls Terkesan dengan Adaptasi Saya di F1 2026

Lebih lanjut, pembalap muda berbakat tersebut menambahkan bahwa mobil sebenarnya memiliki potensi dasar untuk melaju kencang, namun kendala teknis membuatnya hampir mustahil dikendalikan dengan konsisten. "Saya pikir mobil ini punya potensi untuk cepat, tapi sangat luar biasa sulit untuk dikemudikan. Ini sudah menjadi tantangan sejak lap pertama kemarin hingga sekarang," imbuhnya.

Strategi ban dari McLaren juga sempat menjadi sorotan ketika mereka memutuskan mempertahankan Oscar Piastri menggunakan ban medium sepanjang Q1. Keputusan taktis ini sempat membuatnya kesulitan di zona bawah sebelum akhirnya mampu memperbaiki catatan waktu demi lolos ke fase berikutnya.