Sesi latihan bebas Jorge Martin di Sirkuit Phillip Island dalam rangkaian Grand Prix Australia menyisakan catatan tersendiri yang cukup menarik perhatian para pengamat motorsport. Sang juara dunia tahun 2024 tersebut mengakui bahwa dirinya masih mengendarai motor Aprilia dengan gaya balap instingtif yang biasa ia terapkan saat masih menunggangi motor pabrikan Ducati. Hal inilah yang kemudian menjadi faktor utama mengapa ia harus puas berada di posisi paling buncit di antara para pembalap Aprilia lainnya pada akhir sesi latihan hari Jumat.
Karakteristik sirkuit Phillip Island yang cepat dan mengalir ternyata menuntut pendekatan teknis yang sangat spesifik, sesuatu yang belum sepenuhnya menyatu dengan adaptasi awalnya bersama motor terbarunya musim ini. Absennya ia dari balapan di Australia pada musim lalu akibat cedera membuat pebalap asal Spanyol ini kehilangan perbandingan data krusial yang sangat dibutuhkan untuk memahami batasan optimal kuda besi barunya di lintasan legendaris tersebut, tertinggal jauh dari rekan-rekan semereknya di garasi Aprilia.
Dalam sesi jumpa pers hari Jumat di Phillip Island yang dilansir dari Crash.net, Martin secara terbuka menjelaskan detail teknis dari kendala yang dihadapinya di atas lintasan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya kerap meluncur masuk ke tikungan dengan kecepatan berlebihan, persis seperti kebiasaannya ketika masih memacu motor Ducati di masa lalu. Masalah ini menjadi jauh lebih signifikan dan terasa sangat mencolok di Phillip Island karena karakteristik trek menuntut efisiensi kecepatan keluar tikungan yang sangat tinggi agar catatan waktu tidak merosot.
“Ini adalah masalah yang saya miliki sebelumnya dan masih saya miliki,” ujar Jorge Martin kepada media, seperti dilaporkan Motorsport. “Saya mencoba masuk ke tikungan dengan sangat cepat dan kemudian sedikit terlambat dalam membuka gas. Jadi, ya, di sini masalahnya tampak lebih signifikan; itu lebih terasa, karena Anda membutuhkan banyak kecepatan saat keluar dari tikungan. Sekarang saya mencoba mengerem dan masuk secara perlahan, tetapi kemudian itu bekerja dengan baik bagi saya saat keluar.”
Lebih lanjut, pebalap berbakat ini menambahkan bahwa kebiasaan gaya balap lamanya tersebut berdampak buruk pada komponen ban depan motornya. Ia menyebut bahwa cara berkendaranya yang terlalu agresif di tikungan sedang “menghancurkan” ban depan, memaksa tim teknisnya untuk segera melakukan penyesuaian besar-besaran demi menemukan keseimbangan mekanis yang ideal. Meskipun demikian, ia tetap merasa catatan waktu keseluruhannya tidak terlalu buruk dan masih berada di jalur yang kompetitif untuk menghadapi sisa akhir pekan.
Baca Juga Momen Tepat Nicolo Bulega Pindah ke MotoGP 2027, VR46 Yakin Mudah Adaptasi“Saya pikir saya memecahkan rekor putaran saya di sini, catatan terbaik pribadi saya, jadi saya senang,” tambahnya. “Saya pasti harus beradaptasi dengan gaya Aprilia karena saya tidak bisa berada di sini tahun lalu. Saya sangat terbiasa berkendara di sini dengan Ducati, jadi saya mencoba menekan keras saat memasuki tikungan, tetapi saya menghancurkan ban depan, jadi saya harus sedikit menyesuaikan gaya saya. Pada sore hari, saya merasa jauh lebih baik, jauh lebih seimbang.”
Persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini juga semakin memanas setelah Marc Marquez menunjukkan performa impresif dengan mengamankan posisi ketiga tercepat pada sesi latihan hari Jumat, mengungguli catatan waktu Martin. Kedua rival utama dalam perebutan mahkota juara ini kini hanya terpaut jarak dua poin tipis menjelang balapan akhir pekan. Jika hasil balapan sprint hari Sabtu berakhir sama persis dengan sesi latihan, maka perolehan poin kedua kandidat kuat juara dunia tersebut dipastikan akan kembali berada dalam posisi imbang jelang balapan utama hari Minggu.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!