Dunia Formula 1 dihebohkan dengan insiden kontroversial yang melibatkan pembalap muda berbakat asal Prancis, Isack Hadjar. Anggota skuad muda Red Bull Racing ini mendadak harus berhadapan langsung dengan para pengawas balapan atau steward di Autodromo Hermanos Rodriguez. Pemanggilan resmi tersebut dilayangkan setelah sebuah rekaman video memperlihatkan dirinya mendorong seorang suporter yang mencoba mendekatinya secara agresif di area paddock Sirkuit Mexico City.
Insiden panas ini terjadi di sela-sela jadwal kesibukan antara sesi latihan bebas pertama dan kedua pada hari Jumat akhir pekan lalu. Berdasarkan rekaman visual yang beredar luas di berbagai platform media sosial, keributan bermula ketika seorang penggemar melompat mendekati sang pembalap untuk memaksa swafoto tanpa menghiraukan batasan ruang pribadi. Dalam video tersebut, suporter pria tampak merangkul bahu Hadjar secara tiba-tiba saat ia berjalan melintasi area paddock. Merasa ruang personalnya dilanggar secara paksa, Hadjar merespons dengan mendorong pria tersebut menjauh sebelum akhirnya memberikan dorongan yang lebih tegas karena sang suporter terus mendesak.
Situasi pelik di luar lintasan ini tentu menambah tekanan bagi pembalap yang tengah berjuang menunjukkan performa terbaiknya bersama tim asal Milton Keynes tersebut. Sesi latihan bebas pertama praktis berjalan sangat sulit bagi Hadjar akibat kendala teknis pada unit daya mobilnya yang membatasi catatan jarak tempuh. Meski demikian, ia berhasil memperbaiki catatan waktunya secara signifikan dan melompat naik ke posisi keenam tercepat pada akhir sesi latihan bebas kedua. Namun, perhatian publik justru teralihkan sepenuhnya pada polemik interaksinya dengan suporter yang memicu perdebatan masif di dunia maya.
Gelombang reaksi langsung membanjiri platform media sosial, di mana sebagian besar komunitas pendukung justru berdiri di garis depan untuk membela tindakan pembalap andalan mereka. Para pendukung menilai bahwa area paddock merupakan lingkungan kerja profesional para atlet, bukan arena sirkus terbuka di mana batasan privat bisa diabaikan begitu saja oleh publik. Salah satu pengguna media sosial mengekspresikan pembelaannya melalui sebuah unggahan yang mendapat ribuan tanda suka dari netizen global. “Jadi, luar biasa ketika Anda bersikap sopan kepadanya dan tidak melanggar ruang serta menyentuhnya, dia sebenarnya sangat ramah kepada para penggemar... merupakan sebuah keistimewaan bisa bertemu pembalap tetapi Anda tidak pernah berhak atas itu,” tulis akun tersebut.
Dukungan serupa juga disuarakan oleh banyak pengamat F1 lainnya yang mengecam kurangnya etika dari sebagian oknum suporter di area sirkuit modern saat ini. Pengguna lain menambahkan penegasan serupa mengenai pentingnya menghargai privasi para pembalap di tengah kesibukan akhir pekan grand prix. “Bagus untuk Hadjar, jujur saja, para penggemar harus sadar diri. Ruang pribadi itu nyata dan harus dihormati,” tulis komentar pendukung lainnya. Banyak pula pihak yang mempertanyakan keputusan steward yang justru memanggil pembalap, alih-alih menindak oknum suporter yang dinilai telah bertindak terlalu jauh melanggar batas profesionalisme kerja.
Baca Juga Max Verstappen Taklukkan GP Singapura 2026 di Marina BaySejumlah penggemar bahkan membandingkan situasi ini dengan pernyataan sebelumnya yang pernah dilontarkan oleh juara dunia Max Verstappen mengenai atmosfer paddock yang semakin mirip kebun binatang. “Hadjar tidak seharusnya berada dalam masalah, pria LEBIH TUA ini seharusnya tidak menyentuhnya. Paddock adalah tempat kerja, bukan tempat pertunjukan. Pembalap adalah manusia, bukan properti,” tulis seorang penggemar dengan nada geram. Meskipun mayoritas membela, segelintir pihak tetap mengkritik cara Hadjar melampiaskan kekesalannya dan menganggap situasi tersebut bisa diredam lebih baik jika petugas keamanan bergerak lebih cepat mengamankan situasi.
Insiden di Meksiko ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah mantan pembalap F1 Ralf Schumacher melontarkan kritik pedas melalui siaran Sky Deutschland. Schumacher menyebut bahwa pembalap muda berbakat itu harus sedikit menurunkan emosinya menyusul serangkaian pesan radio bernada marah yang ia keluarkan di Sirkuit Americas, Austin. Dengan jadwal pertemuan bersama para pengawas balapan yang telah ditentukan, regulasi terkait pelanggaran kode etik dan kelakuan buruk ini membawa ancaman sanksi finansial dasar maupun peringatan resmi bagi pelanggaran tingkat pertama.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!