Insiden menegangkan terjadi di lintasan Autodromo Hermanos Dioz selama sesi latihan bebas Grand Prix Meksiko, melibatkan pertarungan sengit antara sang juara dunia bertahan Max Verstappen dan pembalap muda berbakat Liam Lawson. Ketegangan memuncak ketika kedua pembalap terlibat dalam kontak fisik di atas trek yang berujung pada kerusakan komponen aerodinamika kedua kendaraan, memaksa pengawas pertandingan mengibarkan bendera merah demi membersihkan serpihan sayap depan mobil yang berserakan di tengah lintasan. Pertarungan tanpa kompromi ini sontak menyedot perhatian para penonton di tribun yang dibuat terheran-heran oleh agresivitas tinggi dalam sesi latihan hari Jumat tersebut.

Para pengawas balapan yang terdiri dari Garry Connelly, Loic Bacquelaine, Derek Warwick, dan Omar Chavez langsung memanggil kedua pembalap untuk dimintai keterangan mendalam mengenai insiden tersebut. Suasana memanas ketika Liam Lawson meluapkan kekesalannya melalui saluran komunikasi radio tim dengan nada tinggi. Pembalap tersebut menyatakan, "Er ist mir einfach reingefahren, Bro, einfach in mir rein. Jedes Wochenende!" yang mencerminkan frustrasinya atas insiden beruntun yang ia alami dalam beberapa akhir pekan balap terakhir di kasta tertinggi ajang balap mobil roda satu ini.

Di sisi lain, Max Verstappen memberikan pembelaan tajam terkait manuver kontroversial yang melibatkan mobil Red Bull Racing miliknya dengan kendaraan sang rival. Pembalap asal Belanda itu menilai tindakan lawannya tidak mencerminkan kecerdasan dalam mengambil keputusan di lintasan. Verstappen menjelaskan latar belakang insiden tersebut dengan rinci, menegaskan bahwa dirinya sedang menjalani putaran pemanasan yang cepat dan tidak berniat mengurangi kecepatan saat mendapati mobil di depannya melaju lambat. Menurut pandangannya, situasi semakin runyam ketika pembalap di depannya tiba-tiba menambah kecepatan setelah menyadari kehadiran mobil Red Bull di belakangnya.

- Advertisement -
Advertisement

Menanggapi insiden tersebut, Max Verstappen menegaskan bahwa perseteruan itu tidak memberikan dampak signifikan terhadap fokus utamanya akhir pekan ini, meskipun ia mengakui tantangan besar dalam hal set-up akibat tipisnya udara di Meksiko yang menyulitkan pencarian cengkeraman ban optimal. Kendati demikian, investigasi mendalam yang dilakukan oleh panel pengawas balapan menghasilkan keputusan tegas. Berdasarkan evaluasi tayangan ulang dan keterangan para pihak, otoritas pertandingan menyimpulkan bahwa aksi kedua pembalap tersebut tidak dapat ditoleransi dan dikategorikan sebagai tindakan yang tidak perlu serta ceroboh.

Baca Juga Kimi Antonelli Sebut Mobil Baru Mercedes Sangat Sulit Dikendalikan

Sebagai bentuk ketegasan untuk meredam eskalasi insiden serupa di sesi latihan masa mendatang, komisi balap memutuskan untuk memperberat sanksi yang biasanya hanya berupa teguran ringan. Konsekuensinya, Max Verstappen dijatuhi hukuman penurunan satu posisi di grid start Grand Prix Meksiko, yang berarti ia dipastikan kehilangan kesempatan mengamankan posisi start terdepan meskipun berhasil mencatatkan waktu tercepat dalam sesi kualifikasi resmi. Keputusan ini menandai peringatan keras bagi seluruh kontestan agar menjaga sportivitas dan keselamatan di lintasan balap internasional.