Lewis Hamilton kembali menjadi sorotan setelah insiden impeding yang melibatkan pembalap Audi, Gabriel Bortoleto, pada sesi latihan bebas kedua Bahrain Grand Prix di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pembalap Ferrari itu hanya menerima teguran, namun timnya harus membayar denda i10.000 (sekitar Rp170 juta) akibat kelalaian tidak memberi peringatan melalui radio.
Insiden terjadi di pertengahan FP2 ketika Hamilton, yang mengalami kerusakan pada kaca spion kanan, menghalangi laju Bortoleto di tikungan 9. Kecepatan penutupan yang sangat tinggi—lebih dari 150 km/jam—memaksa pembalap Brasil itu membanting setir untuk menghindari tabrakan. Steward FIA kemudian memutuskan bahwa Hamilton melakukan impeding yang tidak perlu, meskipun ada faktor peredam seperti kaca spion rusak dan Bortoleto yang tidak sedang dalam push lap.
Dalam pernyataan resminya, steward menyatakan, "Steward menerima bahwa kaca spion kanan HAM rusak, seperti yang dikonfirmasi oleh bukti foto dan video, dan bahwa ia tidak menerima peringatan radio dari tim. Namun, steward menilai HAM tanpa alasan menghalangi mobil yang mendekat dengan kecepatan jauh lebih tinggi dengan bergerak ke racing line dalam kecepatan rendah." Ferrari dianggap lalai karena tidak memberikan peringatan kepada Hamilton, sehingga denda dijatuhkan.
Insiden ini menambah tekanan bagi Hamilton yang sedang beradaptasi dengan Ferrari setelah pindah dari Mercedes. Meski hanya sesi latihan, kejadian ini menunjukkan pentingnya komunikasi tim dan kewaspadaan pembalap, terutama ketika ada kerusakan teknis. Steward juga mempertimbangkan apakah insiden ini tergolong dangerous impeding, namun karena Bortoleto tetap mengendalikan situasi, sanksi lebih berat tidak diberikan.
Baca Juga Alpine Rekrut Mike Elliott, Mantan Bos Teknis MercedesDi sisi lain, performa Ferrari di sesi latihan cukup menjanjikan. Charles Leclerc mencatatkan waktu tercepat, diikuti oleh Isack Hadjar dari Red Bull dan Lando Norris dari McLaren. Hamilton sendiri mengakhiri FP3 di posisi kelima. Prinsipal tim Ferrari, Fred Vasseur, mengomentari, "Tidak ada yang benar-benar penting pada hari Jumat dalam hal papan peringkat, tapi menjadi yang tercepat bukan hal buruk. Ini akan banyak tentang evolusi lintasan dan degradasi ban, karena dibandingkan balapan sebelumnya, trek ini sangat tinggi degradasi."
Dengan sisa sesi latihan dan kualifikasi yang akan datang, Hamilton dan Ferrari perlu memperbaiki komunikasi dan strategi untuk menghindari insiden serupa. Denda ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan tetap prioritas, bahkan di sesi latihan. Balapan Bahrain GP akan menjadi ujian bagi Hamilton untuk menunjukkan bahwa ia bisa bersaing di level teratas bersama Ferrari.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!