Jolyon Palmer, mantan pembalap Formula 1, menilai Ferrari dan Lewis Hamilton gagal memanfaatkan kelemahan Mercedes yang sedang rapuh. Palmer menyebut serangkaian kesalahan yang dilakukan tim asal Italia itu sebagai "cukup ceroboh" (pretty sloppy).
Setelah enam kemenangan grand prix di paruh pertama musim, Kimi Antonelli dari Mercedes unggul 50 poin atas Hamilton yang berada di posisi kedua dengan 12 balapan tersisa.
Palmer menegaskan bahwa Ferrari telah melewatkan peluang emas untuk memperkecil jarak tersebut. Dalam episode podcast F1 Nation bersama pembawa acara Tom Clarkson dan mantan pembalap IndyCar, James Hinchcliffe, Palmer menyoroti masalah reliabilitas Antonelli di Grand Prix Inggris sebagai celah besar yang tidak dimanfaatkan tim asal Maranello.
"Ferrari harus terus menekan dan melihat apa yang terjadi. Tapi saya sedikit kecewa dengan mereka di balapan terakhir karena saya pikir mereka diberi kesempatan dengan masalah reliabilitas Kimi," jelas Palmer.
"Masalah penutup roda di Silverstone adalah keberuntungan besar bagi Ferrari. Mereka akan kalah di balapan itu, tapi akhirnya mereka bangkit dan mengurangi keunggulan Kimi. Tapi kemudian mereka malah terkena banyak penalti."
Palmer merinci tiga insiden yang merugikan Ferrari: start prematur (jump start) Hamilton di Silverstone karena gerakan tangan yang terlalu cepat, pelepasan pitlane speed limiter yang terlalu dini di Hungaria, dan penalti impeding (menghalangi) di Hungaria yang disebutnya "sangat ceroboh" dari race engineer.
Baca Juga FIA Utamakan Keselamatan Terkait Balapan Timur Tengah"Ketiga penalti itu mungkin membuat mereka kehilangan poin, tapi juga momentum dan tekanan pada Kimi. Jadi mereka harus menghilangkan kesalahan itu," tambah Palmer.
Meski demikian, Palmer tetap memuji performa Hamilton yang "mengemudi dengan brilian" dan bahkan sering menyamai atau melebihi pace Charles Leclerc. Namun, ia menyayangkan kurangnya konsentrasi yang menyebabkan kesalahan-kesalahan tersebut.
"Ferrari harus memotong kesalahan itu jika ingin memenangkan kejuaraan," pungkas Palmer.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!