Kegundahan kembali melanda para pendukung setia Scuderia Ferrari setelah serangkaian sesi latihan bebas Grand Prix Amerika Serikat memperlihatkan kecepatan luar biasa dari mobil merah tersebut. Sepanjang akhir pekan di Austin, Charles Leclerc dan rekan setimnya secara konsisten mencatatkan waktu tercepat di sesi latihan, memicu harapan besar di kubu Tifosi. Leclerc mendominasi kedua sesi latihan bebas pada hari Jumat, sementara kecepatan impresif berlanjut hingga sesi latihan ketiga hari Sabtu. Namun, ketika lampu hijau Q3 menyala dan perebutan posisi start terdepan dimulai, performa impresif tersebut seolah menguap begitu saja, membuat Ferrari tertinggal di belakang rival utama mereka.

Permasalahan klasik mengenai kesulitan mengekstrak performa maksimal dari kompon ban kembali menjadi momok menakutkan bagi skuad Maranello. Leclerc bersama sang juara dunia asal Inggris, Lewis Hamilton, secara terbuka mengeluhkan betapa rumitnya memanaskan ban dengan benar. Ketika para pesaing langsung mampu meningkatkan kecepatan secara signifikan pada momen-momen krusial, Ferrari justru kerap kehilangan ritme terbaik mereka di atas aspal sirkuit.

Merespons fenomena membingungkan ini, mantan kepala tim Haas, Gunther Steiner, membeberkan analisis tajam melalui siniar Chequered Flag. Steiner meyakini bahwa apa yang terjadi di lintasan merupakan bagian dari permainan taktis tingkat tinggi. Saya memiliki perasaan kuat bahwa para rival Ferrari sengaja tidak membeberkan potensi penuh mobil mereka selama sesi latihan bebas. Sebaliknya, Ferrari selalu mengerahkan seluruh kemampuan mobilnya sejak awal, ungkap Steiner menyoroti pola yang kian berulang.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, Steiner menegaskan bahwa tren penurunan performa Ferrari dari sesi latihan menuju kualifikasi sangat mencolok. Meskipun ia mengaku tidak memegang data internal rahasia tim, pengamatan bertahun-tahun di paddock meyakinkannya bahwa rival-rival utama sengaja melakukan gertakan atau bluffing. Situasi ini diperkuat oleh kebingungan yang dirasakan Hamilton melalui raio tim saat sesi Q3 di Texas, di mana ia bertanya-tanya ke mana raalnya catatan waktu mereka pergi sementara tim lain tiba-tiba melesat.

Baca Juga Ocon: Haas Bisa Uji Pembalap Baru, Tapi Bukan Solusi

Hamilton menegaskan bahwa dirinya telah melakoni putaran yang sangat baik tanpa adanya perubahan signifikan pada setelan mobil. Peraih tujuh gelar juara dunia itu menyoroti bahwa mobil Mercedes dan Red Bull Racing tampak jauh lebih superior di sektor lurus pada saat-saat penentuan. Diskusi mendalam di paddock kini beralih pada proyeksi masa depan, di mana fokus utama tim tidak hanya terpaku pada perebutan posisi di klasemen konstruktor, tetapi juga persiapan matang menghadapi regulasi teknis berikutnya demi menutup celah performa.