Pekan balap Francesco Bagnaia di Grand Prix Malaysia kembali jauh dari kata memuaskan setelah ia meluapkan emosinya dengan menghancurkan kaca pelindung motornya pada sesi kualifikasi hari Sabtu. Ketegangan memuncak di garasi pabrikan Borgo Panigale ketika sang juara dunia ganda harus menerima kenyataan pahit harus memulai balapan dari posisi start kesepuluh di Sirkuit Sepang, sebuah kemunduran drastis dibanding performa dominannya pada musim lalu di lintasan yang sama.
Insiden pemukulan kaca motor tersebut terjadi pada detik-detik akhir sesi Kualifikasi 2 ketika pembalap asal Turin itu memacu kuda besi Ducati miliknya demi mendapatkan catatan waktu terbaik. Namun, kesalahan pengereman nyaris membuatnya kehilangan kendali di tikungan pertama. Reaksi spontan yang jarang ditunjukkan olehnya itu mencerminkan akumulasi kekecewaan mendalam yang sudah dirasakannya sejak sesi latihan hari Jumat, di mana ia sempat mengeluhkan bahwa motornya hanya bisa melaju kencang di lintasan lurus.
Meski pada akhirnya ia mampu bangkit dan finis di posisi keenam dalam balapan sprint, Bagnaia tetap tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya yang mendalam. Perbandingan kontras dengan pencapaian gemilang tahun 2025 di Sepang—di mana ia sukses merebut pole position dan meraih kemenangan sprint—membuat situasi musim ini terasa jauh lebih menyiksa bagi sang pembalap andalan. Dilansir dari Motorsport.com, ia secara terbuka mengakui bahwa dirinya tahu betul kapasitasnya jauh melampaui apa yang ia raih saat ini di atas lintasan.
"Jujur, saya tahu bahwa saya bisa berbuat jauh lebih baik dari ini," ujar Bagnaia dengan nada muram usai merampungkan rangkaian agenda hari Sabtu. "Seperti yang sudah saya lakukan di lintasan ini enam bulan lalu, delapan bulan lalu. Melihat juga dari data apa yang tidak bisa saya lakukan dan tidak mengenali diri sendiri melakukan hal-hal tersebut adalah sesuatu yang memicu frustrasi." Ia kemudian menguraikan bagaimana tingginya tingkat adrenalin saat sesi kualifikasi membuatnya kehilangan kendali emosional ketika motor kembali mengalami kendala pengereman di tikungan krusial.
Baca Juga Ketegangan MotoGP dan Pembalap Memanas Jelang GP QatarSelain masalah kualifikasi, Marco Bezzecchi menjadi salah satu pembalap yang sempat ia coba bayangi sebelum masalah klasik ban belakang kembali menghantuinya. Beruntung bagi pembalap berusia 29 tahun tersebut, rintisan air hujan yang turun di tengah balapan sedikit menyelamatkan ritmenya dari kehancuran total akibat keausan ban yang terjadi hanya dalam tiga putaran pertama. Meski demikian, tantangan besar masih menanti untuk balapan utama yang berjarak dua kali lipat lebih panjang tanpa bantuan tetesan air hujan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!