Juara bertahan Marc Marquez menampilkan performa tanpa celah untuk menguasai jalannya Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang, sekaligus memperlebar peluang emasnya dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026. Absennya rival terdekat dalam perebutan titel, Jorge Martin, yang terpaksa mundur akibat cedera patah pergelangan tangan, dimanfaatkan secara maksimal oleh pembalap asal Spanyol tersebut untuk meraup poin krusial di kandang, kendati balapan sempat menyajikan tensi tinggi di awal sebelum berubah menjadi dominasi mutlak.
Jalannya lomba langsung memanas sejak tikungan pertama ketika Marc melakukan manuver gemilang untuk merebut posisi terdepan dari sang adik sekaligus polesitter, Alex Marquez. Sempat mendapat perlawanan sengit dan upaya serangan balik di Tikungan 4, Marc mampu menutup celah dengan sempurna ketika motor Gresini Ducati milik adiknya gagal mendapatkan traksi optimal untuk menyelesaikan overtake. Keduanya sempat melaju berdampingan di barisan terdepan pada beberapa putaran awal, sementara Pedro Acosta secara agresif merangsek naik ke posisi ketiga usai start yang luar biasa.
Namun, ketangguhan ritme balap Marc terbukti berada di level yang berbeda. Memasuki lap ketujuh dari total 20 putaran yang dijadwalkan, jarak antara sang juara bertahan dan para pesaing di belakangnya mulai merenggang hingga melewati keunggulan satu detik. Dominasi tersebut semakin tidak terbendung ketika Pedro Acosta sukses menaklukkan Alex Marquez lewat manuver cemerlang di zona pengereman keras Tikungan 9, di mana saat itu Marc sudah memimpin dengan selisih waktu nyaris dua detik di depan.
Perubahan posisi di barisan podium kedua sama sekali tidak mengusik konsentrasi sang pembalap senior keluarga Marquez tersebut. Pada akhirnya, Marc melintasi garis finis dengan keunggulan telak mencapai 4,1 detik atas para rivalnya, mencatatkan margin kemenangan Grand Prix terbesar ketiga sepanjang musim balap tahun ini. Keberhasilan ini menempatkannya di ambang mahkota juara, mengingat keunggulannya yang kini semakin tak terkejar di puncak klasemen sementara kejuaraan dunia.
Baca Juga George Russell Ungkap Ambisi Frederik Vesti Rebut Kursi F1 CadillacDi sisi lain, drama justru terjadi di kubu Aprilia menjelang paruh akhir balapan ketika performa Marco Bezzecchi mendadak runtuh. Sempat bertarung di grup depan setelah melewati rekan setimnya, Ai Ogura, Bezzecchi justru kehilangan kecepatan dan tersusul oleh pembalap Jepang tersebut. Tanpa adanya intervensi team orders yang membatasi pergerakan di garasi Aprilia, senggolan sempat tak terhindarkan saat Ogura mengambil racing line ketat di Tikungan 1-2, yang membuat komponen aerodinamika kiri motor Ogura copot. Meski demikian, Ogura tetap melaju mulus melewati Bezzecchi, yang kemudian kembali melakukan blunder di tikungan krusial menjelang finis dan harus rela kehilangan posisi kelima dari jagoan Tech3 KTM, Enea Bastianini.
Dengan hasil impresif di Sepang ini, Bezzecchi kini tertinggal 67 poin dari Marc Marquez, sementara Jorge Martin yang masih dalam masa pemulihan tertinggal 44 angka di belakang sang pemimpin klasemen. Kondisi ini membuka peluang realistis bagi Marc Marquez untuk menyegel gelar juara dunia musim ini lebih cepat, bahkan sebelum kompetisi menyisakan dua seri terakhir. Sementara itu, posisi sepuluh besar diisi oleh penampilan tangguh Luca Marini bersama Honda yang finis di urutan ketujuh setelah pulih dari cedera, tipis di depan Fabio Di Giannantonio.
| Pos | Pembalap | Tim / Pabrikan |
|---|---|---|
| 1 | Marc Marquez | Ducati |
| 2 | Pedro Acosta | KTM |
| 3 | Alex Marquez | Gresini Ducati |
| 4 | Ai Ogura | Trackhouse Aprilia |
| 5 | Enea Bastianini | Tech3 KTM |
| 6 | Marco Bezzecchi | Aprilia |
| 7 | Luca Marini | Honda |
| 8 | Fabio Di Giannantonio | VR46 Ducati |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!