Langkah besar dan strategis resmi diambil oleh pabrikan asal Jepang di ajang balap motor paling bergengsi di dunia. Pembalap muda asal Brasil, Diogo Moreira, dipastikan akan melangkah naik ke tim pabrikan Honda mulai musim 2027 mendatang. Pengumuman resmi yang dirilis pada tanggal 20 Oktober ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang telah beredar luas di paddock mengenai masa depan sang pembalap berbakat tersebut di kelas utama MotoGP.

Kepastian ini menandai babak baru dalam karier pembalap berusia 22 tahun tersebut. Pada musim 2027, yang juga menjadi tahun diberlakukannya regulasi teknis baru di ajang MotoGP, ia akan berbagi garasi dengan pebalap berpengalaman asal Prancis, Fabio Quartararo. Kombinasi ini diyakini mampu menghadirkan keseimbangan yang ideal bagi skuad pabrikan dalam menghadapi era regulasi baru, memadukan pengalaman panjang di kelas utama dengan potensi besar dari seorang talenta muda.

Menanggapi promosi penting dalam kariernya ini, sang pembalap tidak bisa menyembunyikan rasa antusiasmenya. Ia mengungkapkan bahwa bergabung dengan skuad utama pabrikan sayap tunggal merupakan impian terbesar bagi setiap atlet balap motor sejak usia dini. Kesempatan ini menjadi buah dari kerja keras dan proses adaptasi yang berjalan mulus sepanjang musim kompetisi berjalan, di mana ia mampu menunjukkan progres signifikan bersama mesin balapnya.

- Advertisement -
Advertisement

"Hal ini adalah perasaan yang fantastis untuk dapat bergabung dengan tim pabrikan Honda MotoGP, sesuatu yang diimpikan oleh setiap pebalap ketika mereka masih muda," ujar Diogo Moreira. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di HRC yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan memungkinkan langkah berikutnya dalam proyek ini terwujud. Sejauh ini kami telah melakukan pekerjaan yang luar biasa untuk beradaptasi dengan motor, dan prospek ke depannya sudah sangat positif berdasarkan apa yang telah kami lihat."

Selain menyambut masa depan bersama skuad pabrikan utama, pebalap bernomor khas tersebut juga meluangkan waktu untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada skuad satelit yang telah menaunginya, yakni tim LCR. Peran skuad independen tersebut dinilai sangat krusial dalam membantu proses transisi dan adaptasinya menghadapi sengitnya persaingan di kelas premier. Pengalaman berharga selama membalap di tim satelit diyakini menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di level pabrikan.

"Tentu saja saya juga harus mengucapkan terima kasih kepada semua orang di LCR yang telah membantu saya beradaptasi dengan MotoGP, seluruh tim sangat penting bagi perkembangan ini," tambahnya. "Saya menantikan tahun depan dan membantu Honda kembali ke tempat yang seharusnya."

Baca Juga Pecco Bagnaia Terjebak dengan GP25: Mengapa Tak Bisa Pakai GP24?

Performa impresif sang pebalap debutan sepanjang musim ini memang telah menarik banyak perhatian di paddock. Berbagai hasil finis di posisi sepuluh besar berhasil diamankan, termasuk pencapaian sensasional ketika ia sukses menerobos naik ke atas podium dalam sesi balapan pendek atau sprint race di Jepang. Konsistensi serta kecepatan adaptasinya yang luar biasa mendapatkan apresiasi tinggi dari para petinggi manajemen pabrikan.

Pihak manajemen tertinggi Honda Racing Corporation pun memberikan pandangan senada mengenai potensi besar yang dimiliki oleh anak didiknya tersebut. Menurut General Manager Motorcycle Racing Division HRC, Yuzuru Ishikawa, kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap berbagai jenis mesin balap merupakan ciri khas dari seorang juara sejati yang sangat dibutuhkan oleh tim.

"Moreira selalu mampu beradaptasi dengan cepat terhadap sepeda motor baru, mulai dari motocross, Moto3, Moto2, hingga MotoGP. Itu adalah tanda seorang pebalap yang berbakat, dan kami sebagai HRC ingin terus mendukung Diogo pada langkah berikutnya dalam kariernya dan dalam upaya kami untuk kembali berjuang memperebutkan kejuaraan dunia," tegas Yuzuru Ishikawa. "Kami memiliki susunan pebalap yang sangat kompetitif pada musim mendatang di Honda HRC Castrol dan tim LCR, dan saya yakin semua pebalap ini akan saling mendorong satu sama lain, tidak hanya untuk meningkatkan level mereka di atas lintasan, tetapi juga untuk membantu para insinyur HRC mengembangkan motor sebaik mungkin di era baru balap ini."