Insiden dramatis mewarnai jalannya balapan Moto2 Grand Prix Mandalika pada Minggu, ketika Dani Holgado secara terbuka mengakui kesalahannya dan mengambil tanggung jawab penuh atas kecelakaan parah yang melibatkan rekan setimnya. Kecelakaan horor tersebut terjadi tepat di tikungan pertama saat rombongan pembalap berdesakan di awal lomba, memicu kekacauan besar yang memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan sementara.
Peristiwa bermula ketika Holgado tak sengaja menyenggol bagian belakang motor yang dikendarai oleh David Alonso. Senggokan seketika itu juga melontarkan Alonso secara spektakuler ke udara dalam sebuah insiden highside yang mengerikan. Tidak hanya melibatkan dua pembalap tersebut, kekacauan di tikungan pertama turut menyeret pembalap lain seperti Joe Roberts dan Collin Veijer yang tak sempat menghindar dari puing-puing dan kepanikan di lintasan.
Dilansir dari Crash.net, Holgado langsung menyampaikan permintaan maaf yang mendalam usai insiden menegangkan itu mereda. "Saya ingin meminta maaf atas apa yang terjadi, baik kepada rekan setim saya David Alonso maupun kepada tim," ujar Holgado dengan nada menyesal. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ingin mencari-cari pembenaran atas insiden yang membahayakan keselamatan pembalap lain di awal lomba yang krusial tersebut.
"Hal-hal seperti ini terkadang memang terjadi di tikungan-tikungan pertama, namun saya tidak menggunakan itu sebagai alasan, dan saya mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahan saya. Saya mengerem dan mendapati diri saya berada tepat di sebelah David; sayangnya, kami berdua terjatuh. Saya sangat menyesal," tambahnya menjelaskan detik-detik menegangkan sebelum senggokan maut itu tak terelakkan di atas lintasan Mandalika.
Akibat kecelakaan hebat tersebut, David Alonso langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan awal, pembalap asal Kolombia yang diproyeksikan tampil di kelas utama MotoGP pada tahun 2027 itu didiagnosis mengalami memar pada paru-paru atau kontusi paru, meski beruntung ia berhasil menghindari cedera parah lainnya yang lebih mengancam keselamatan fisik jangka panjangnya.
Baca Juga Bezzecchi Tercepat di FP3 Motegi, Aprilia DominasiSementara itu, jalannya balapan sempat terhenti cukup lama sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Dani Holgado dan Collin Veijer dinyatakan layak untuk mengikuti restart, sementara Joe Roberts terpaksa harus melupakan sisa balapan karena mengalami kendala teknis pada rem belakang sepeda motornya yang sempat diperbaiki oleh para mekanik di garasi tim. Holgado sendiri berjuang keras mengatasi rasa sakit demi menyelesaikan balapan hingga garis akhir.
Berada di atas lintasan pasca-insiden bukanlah perkara mudah bagi Holgado yang mengakui kondisi fisik serta motornya tidak dalam keadaan optimal. "Sangat sulit untuk kembali naik ke atas motor setelah kecelakaan tersebut. Tangan saya terasa sakit karena saat insiden terjadi, tangan saya sempat sedikit tersangkut di roda motornya," ungkap pembalap yang musim depan dipastikan akan memacu motor Gresini Ducati di ajang MotoGP.
Kendati menghadapi berbagai kendala fisik dan teknis, termasuk masalah pada perpindahan gigi kelima di mana mesin motornya sering terputus tenaganya, Holgado tetap mampu bertahan di barisan depan. Ia akhirnya sukses mengamankan posisi ketiga di bawah Izan Guevara dan Manuel Gonzalez, meski ia tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya karena gagal bertarung secara adil hingga lap terakhir bersama rekan setimnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!