James Vowles, Team Principal Williams, melontarkan kritik tajam terhadap implementasi cost cap di Formula 1. Dalam konferensi pers di Grand Prix Bahrain, ia menyatakan bahwa dua dari tiga tujuan utama cost cap telah gagal, dan tim-tim di luar empat besar kini terjebak dalam apa yang disebutnya sebagai 'perangkap cost cap'.

Vowles, yang pindah dari Mercedes ke Williams, mengakui bahwa ia baru menyadari betapa besar kesenjangan yang dihadapi tim papan tengah dan bawah. Menurutnya, cost cap memang berhasil menciptakan stabilitas finansial, tetapi gagal menciptakan kesetaraan sportif dan kompetisi yang lebih ketat. "Tujuan kami ada tiga: keberlanjutan finansial jangka panjang, keadilan sportif, dan pemadatan kompetisi. Dua yang terakhir telah gagal," ujarnya.

Data yang dihimpun Vowles menunjukkan bahwa empat tim teratas kini menguasai 83% poin, naik dari sekitar 70% sebelum cost cap diterapkan. Frekuensi naik podium bagi tim non-top four juga menurun dari 10% menjadi hanya 5%. "Kami justru membuat situasi semakin buruk. Empat besar tetap empat besar, sementara sisanya berebut 17% poin," tegasnya.

- Advertisement -
Advertisement

Masalah utamanya, kata Vowles, adalah struktur biaya yang memaksa tim kecil mengalokasikan dana besar untuk infrastruktur dasar, bukan untuk pengembangan performa mobil. "Saya tidak bisa mengeluarkan uang untuk mobil karena harus membiayai sistem dasar, puluhan juta hanya untuk mengetahui lokasi komponen di pabrik. Itu bukan untuk sayap depan atau upgrade, melainkan untuk hal-hal mendasar," jelasnya. "Kami terjebak dalam perangkap cost cap."

Baca Juga Williams Dikritik Gara-gara Janji Manis di F1 2026

Meski kritis, Vowles menegaskan bahwa ia tidak ingin menghapus cost cap. Ia justru mendorong reformasi mekanisme agar semua tim dapat bersaing dengan alat dan aturan yang setara. "Solusinya bukan menghapus cost cap. Kita punya olahraga yang stabil secara finansial berkat itu, tetapi kita perlu memikirkan mekanisme yang memastikan semua orang bermain dengan alat yang sama. Saat ini tidak," pungkasnya.

Kritik Vowles ini menjadi sorotan menjelang serangkaian balapan yang akan menentukan arah persaingan musim ini. Jika tidak ada perubahan, kesenjangan antara tim besar dan kecil diprediksi akan semakin melebar, dan semangat kompetisi yang menjadi nyawa Formula 1 bisa tergerus.