Pemandangan menarik terlihat di luar lintasan balap Formula 1 menjelang akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat. Liam Lawson, pembalap yang kini memperkuat tim Racing Bulls, memilih untuk menyalurkan sisi seninya dengan tampil dalam sebuah pertunjukan musik langsung di Austin, Texas, pada Kamis malam waktu setempat.

Acara yang bertajuk Garage Sessions with Liam Lawson and Friends ini dilangsungkan di Esses Bazaar ATX, yang berlokasi di Inn Cahoots, East Sixth Street. Penampilan ini menjadi momen langka bagi sang pembalap asal Selandia Baru, mengingat terakhir kali ia naik ke atas panggung untuk tampil di depan publik adalah ketika dirinya baru menginjak usia 11 tahun.

Suasana malam itu semakin meriah dan menyita perhatian publik karena kehadiran sejumlah figur penting dari paddock Formula 1 di tengah kerumunan penonton. Mantan pembalap F1 yang posisinya digantikan oleh Lawson pada musim 2024, yakni Daniel Ricciardo, tampak hadir untuk memberikan dukungan langsung. Selain itu, rekan setimnya saat ini Arvid Lindblad serta mantan rekan setimnya Isack Hadjar turut terlihat menikmati jalannya acara.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, Lawson tidak tampil seorang diri. Ia berbagi panggung bersama saudaranya, Marcus, serta dua orang teman masa kecilnya yang bernama Thomas dan Harrison. Kolaborasi musikal ini menjadi ajang reuni kecil bagi mereka yang telah lama tidak bermain musik bersama di atas panggung dalam kurun waktu satu dekade terakhir.

Menjelang acara dimulai, Lawson sempat mengungkapkan perasaannya kepada awak media yang hadir di lokasi. Ia mengakui bahwa dirinya merasa gugup dan dihinggapi rasa cemas yang luar biasa sebelum menghadapi penonton di tempat tersebut, sebuah sensasi yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan pekerjaannya di dalam kokpit mobil balap.

Saya merasakan banyak hal. Maksud saya, saya merasa antusias... Ini adalah kesempatan yang keren untuk melakukan ini bersama saudara saya dan beberapa teman yang tumbuh bersama saya dalam bermusik, ujar Lawson kepada para jurnalis di Austin.

Baca Juga Max Verstappen Rebut Pole GP Singapura Kalahkan Duo Ferrari

Sejujurnya, kami sudah tidak melakukan ini selama sekitar 10 tahun. Dan tentu saja, kami tidak pernah benar-benar tampil di depan umum, tetapi kami tumbuh dengan bermain bersama sejak usia sangat muda. Jadi ini kesempatan yang keren. Tapi tidak bohong, saya benar-benar sangat gugup, tambahnya.

Ketika disinggung mengenai perbandingan tingkat tekanan antara tampil di atas panggung musik dengan memacu mobil Formula 1 di lintasan balap, Lawson memberikan jawaban yang mengejutkan sekaligus menghibur. Ia secara terang-terangan menyatakan bahwa tekanan psikologis saat memegang alat musik di atas panggung jauh melampaui ketegangan saat menghadapi sesi kualifikasi yang krusial.

Ya Tuhan, tekanannya sepuluh kali lipat lebih besar untuk ini. Saya akan dengan senang hati masuk ke dalam mobil Formula 1 dan langsung melaju ke Q3 daripada harus melakukan ini, ungkapnya.

Berbagai reaksi antusias langsung membanjiri media sosial setelah tim Racing Bulls membagikan sejumlah dokumentasi foto dan video dari penampilan tersebut. Para penggemar balap menunjukkan kekaguman mereka melihat keakraban antara Lawson dan Ricciardo di luar urusan kompetisi resmi, memperlihatkan sisi humanis dari dunia balap jet darat yang seringkali penuh dengan tekanan tinggi.