Pembalap tim Trackhouse Raul Fernandez mengungkapkan kondisi fisik yang mengkhawatirkan jelang bergulirnya rangkaian seri MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang. Pembalap asal Spanyol tersebut secara jujur mengakui bahwa situasi cederanya justru terasa jauh lebih buruk sekarang dibandingkan saat insiden patah dua jari tangan pertama kali menimpanya tiga pekan lalu di Indonesia.
Permasalahan bermula ketika Raul Fernandez mengalami kecelakaan keras di tikungan pertama saat sesi Sprint Race di Mandalika. Meskipun sempat menyembunyikan cedera parahnya dan sukses finis gemilang di posisi kedua pada hari berikutnya, pemeriksaan medis lanjutan mengonfirmasi adanya dua patahan tulang jari tangan yang membutuhkan waktu pemulihan intensif agar kondisi tubuhnya bisa kembali bugar seratus persen menghadapi persaingan ketat di lintasan balap motor paling bergengsi di dunia ini.
Situasi bertambah rumit setelah ia sempat memutuskan mundur dari balapan utama Grand Prix Australia di Sirkuit Phillip Island pada pekan sebelumnya. Walaupun tim medis telah menyatakan dirinya fit untuk mengaspal di Sepang, Raul Fernandez tetap harus menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan yang ketat tepat setelah sesi latihan bebas pertama atau Free Practice 1 berakhir demi memastikan keamanan keselamatannya di atas motor balap.
"Mari kita lihat bagaimana jalannya FP1 dan kemudian kami akan memutuskan," ujar Raul Fernandez dalam wawancara eksklusif bersama MotoGP.com usai dinyatakan lolos tes medis di Malaysia. "Saat ini, rasanya terasa lebih buruk daripada saat saya pertama kali mematahkan jari-jari tersebut. Saya pikir setiap akhir pekan kondisinya mulai terasa semakin parah, mungkin karena saya terus memaksakan diri untuk tetap berada di atas motor sejak dari Indonesia, sehingga saya tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri dengan baik."
Baca Juga Acosta Tercepat di Latihan MotoGP Austria, Sesi DihentikanIa juga menambahkan bahwa proses penyembuhan tulangnya masih berjalan lambat karena kurangnya waktu istirahat total. "Saya pikir kami sudah memeriksanya bersama dokter, garis patahannya memang masih ada. Kami melihat proses pemulihan tulang sedang berlangsung, tetapi jika saya merasa benar-benar tidak nyaman, jika saya melihat bahwa saya tidak dapat mengendarai motor dengan baik, dan jika saya berpikir cara terbaik adalah menyudahi akhir pekan ini demi memulihkan diri untuk seri berikutnya, maka saya harus siap mengambil keputusan tersebut."
Karakteristik teknis Sirkuit Sepang yang menuntut pengereman berat juga menjadi tantangan tersendiri yang memperberat beban fisik sang pembalap. Berbeda dengan karakter trek di Mandalika atau Phillip Island yang relatif lebih ramah bagi kondisi fisiknya, Sepang memiliki setidaknya empat hingga lima zona pengereman keras yang membutuhkan kontrol fisik optimal pada bagian tangan dan lengan untuk meredam tekanan ekstrem sepanjang balapan berlangsung.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!