Mantan pembalap Formula 1, Ralf Schumacher, secara terbuka mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap frustrasi yang ditunjukkan oleh Isack Hadjar melalui saluran radio tim selama Grand Prix Amerika Serikat berlangsung. Insiden ini menyoroti dinamika internal yang memanas di garasi tim utama setelah serangkaian masalah teknis menghambat performa pembalap muda asal Prancis tersebut di atas lintasan balap.
Memulai balapan dari barisan kedua, pembalap Red Bull ini sebenarnya berada dalam posisi yang sangat ideal untuk meraih hasil yang memuaskan. Namun, harapan tersebut seketika sirna ketika berbagai kendala teknis mulai dilaporkan langsung dari dalam kokpit sejak lampu start dipadamkan. Salah satu masalah terbesar yang terus menghantui sang pembalap bersama rekan setimnya adalah buruknya performa start mobil mereka musim ini.
Memasuki musim 2026, kedua pembalap tersebut tercatat secara konsisten kehilangan posisi krusial di awal balapan. Situasi ini membuat sang pembalap melontarkan keluhan bahwa masalah tersebut sepenuhnya berada di luar kendalinya, sambil menegaskan bahwa komponen kopling mobil membutuhkan desain ulang secara menyeluruh karena dinilai terlalu rapuh untuk ukuran kompetisi jet darat tertinggi.
Penderitaan pembalap bernomor lambung tersebut semakin bertambah ketika ia harus menghadapi masalah pemetaan mesin saat melakukan pit stop. Kendala tambahan ini kembali merugikan waktu balapannya secara signifikan, hingga akhirnya ia harus puas melintasi garis finis di posisi keenam. Sepanjang perlombaan, ia meluapkan kekesalannya melalui radio tim, dan bahkan terus mengekspresikan kekecewaannya kepada para awak media usai balapan usai.
Dalam komentarnya kepada media, ia secara terbuka mengaku merasa sangat kesal dengan situasi yang terjadi dan menuntut adanya perbaikan nyata pada mobilnya. Di sisi lain, Ralf Schumacher sama sekali tidak menunjukkan simpati atas apa yang dialami oleh sang pembalap muda, dan bahkan menyatakan bahwa ledakan emosi semacam itu pasti akan berbuah teguran keras jika penasihat senior masih berada di dalam tim.
"Saya tidak akan menyebutnya sebagai kurang sopan, tetapi itu bukanlah perilaku yang pantas Anda tunjukkan dengan cara seperti itu," ungkap Schumacher saat berbicara dalam siniar Backstage Boxengasse. Ia menambahkan bahwa kepergian sosok senior memberikan dampak tersendiri pada kedisiplinan pembalap muda di dalam lingkungan garasi skuad minuman berenergi tersebut.
Baca Juga Toto Wolff Puas Mercedes Batasi Kerusakan di GP Singapura"Sebenarnya, sangat disayangkan Dr Helmut Marko sudah tidak lagi berada di tim, karena saya yakin beliau pasti akan menarik garis tegas di sana. Saya pikir hal seperti ini tidak seharusnya terjadi," imbuhnya menyoroti absennya figur pengawas kedisiplinan yang selama ini dikenal tegas menangani para pembalap binaan akademi.
Mengingat usianya yang masih menginjak 22 tahun dan baru menjalani musim keduanya di ajang Formula 1, Schumacher meyakini bahwa proses perkembangan mentalitas menjadi hal yang krusial. Pembalap veteran asal Jerman tersebut menegaskan bahwa sang bintang muda harus segera menyesuaikan sikap serta mempertimbangkan dampak besar dari setiap kata yang ia ucapkan di ruang publik.
"Satu hal yang tentu saja tidak membantu adalah cara Hadjar memperlakukan tim. Saya sangat tegas mengenai hal itu," tegasnya. "Dia benar-benar harus meninggalkan perilaku tersebut. Dan dia sekarang memikul terlalu banyak tanggung jawab untuk tim, merek, dan dirinya sendiri untuk terus mengekspresikan dirinya dengan cara seperti itu."
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!