Masa depan Liam Lawson dalam sesi balapan utama Formula 1 Grand Prix Meksiko kini berada di ujung tanduk setelah ia bersama tim Racing Bulls dipanggil oleh para pengawas balapan akibat dugaan pelanggaran teknis yang cukup serius. Pembalap muda berbakat ini sejatinya mampu mengamankan posisi start ke-delapan yang impresif di Autodromo Hermanos Rodriguez, Meksiko City, meskipun ia harus menerima kenyataan turun satu strip ke posisi sembilan akibat penalti grid sebelumnya menyusul insiden senggolan dengan Max Verstappen pada sesi latihan bebas hari Jumat, sebuah kesalahan yang bahkan telah ia akui dan sesali secara terbuka kepada sang juara dunia.

Namun, masalah pelik kini menghantui persiapan sang pembalap menjelang lampu start dipadamkan karena ia dilaporkan atas dugaan pelanggaran aturan kompleks mengenai penyaluran tenaga MGU-K Formula 1 tepat setelah menyelesaikan putaran terakhirnya di sesi kualifikasi kedua atau Q2. Dalam dunia balap jet darat kelas wahid, pelanggaran teknis umumnya bersifat mutlak dan hitam-putih, yang hampir selalu berujung pada sanksi terberat berupa diskualifikasi total dari sesi terkait. Berdasarkan laporan resmi dari delegasi teknik FIA, Jo Bauer, dugaan pelanggaran langka tersebut mencakup indikasi bahwa permintaan daya maksimum pengemudi serta daya DC elektrik dari sistem pemulihan energi MGU-K berkurang pada tingkat yang jauh lebih cepat daripada batas toleransi yang diizinkan dalam regulasi teknis yang berlaku ketat.

Secara esensial, insiden ini bermula ketika putaran Q2 berakhir dan mobil balap yang dikemudikan oleh Lawson mendadak kehilangan seluruh pasokan tenaga elektriknya secara terlalu drastis. Perangkat MGU-K yang ditenagai oleh baterai canggih mampu menyuplai tambahan tenaga masif hingga 350kW di atas tenaga mesin konvensional, tetapi ketika dorongan tambahan tersebut harus dihentikan, buku peraturan melarangnya untuk mati secara mendadak dalam satu waktu. Sistem ini diwajibkan untuk memudar secara bertahap dengan penurunan tidak lebih dari 50kW atau 100kW setiap detiknya, tergantung pada karakteristik spesifik sirkuit yang sedang dikunjungi, sehingga proses pemutusan daya secara penuh umumnya memakan waktu hingga beberapa detik.

- Advertisement -
Advertisement

Delegasi teknik FIA menjelaskan secara rinci bahwa parameter permintaan daya maksimum pengemudi dan daya listrik aktual dari motor baterai seharusnya diturunkan secara gradual tanpa ada jalan pintas yang melanggar batasan waktu. Fenomena teknis semacam ini diyakini berkaitan erat dengan celah trik cerdik yang sebelumnya sempat dieksploitasi oleh tim Mercedes serta pemasok mesin Racing Bulls yakni Red Bull Ford Powertrains dalam beberapa seri balapan musim ini. Para insinyur dilaporkan menemukan cara cerdas untuk mem-bypass penurunan bertahap yang diwajibkan tersebut dengan memanfaatkan mode pengaman darurat yang memungkinkan unit MGU-K diputus secara instan hingga mencapai angka nol kilowatt demi efisiensi sesaat di trek lurus.

Baca Juga Momen Verstappen dan Ayah Antonelli di Monza Viral, Disebut Class Act

Meskipun mekanisme tersebut dirancang khusus untuk situasi darurat di atas lintasan, celah regulasi ini tidak pernah diatur secara ketat sebelumnya, dengan konsekuensi bahwa tim harus rela terkunci dan kehilangan akses menggunakan MGU-K selama satu menit penuh setelahnya. Berbagai pihak kini menunggu keputusan final dari para pengawas balapan FIA untuk menentukan apakah catatan waktu Lawson di Q2 akan dianulir sepenuhnya, yang bakal mengubah peta persaingan barisan tengah secara signifikan dan memberikan dampak psikologis serta teknis yang mendalam bagi skuad Racing Bulls di sisa akhir pekan balapan Formula 1 Grand Prix Meksiko.