Dunia Formula 1 kembali dihebohkan oleh sebuah pengungkapan masa lalu yang melibatkan kepindahan salah satu pebalap terbesarnya. Bos Red Bull, Christian Horner, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa Lewis Hamilton sempat menggelar pembicaraan rahasia untuk bergabung dengan tim asal Milton Keynes tersebut pada musim 2012 silam, jauh sebelum ia memutuskan untuk menyeberang ke pangkuan Mercedes.

Kisah menarik ini tertuang dalam bab buku terbaru karya Christian Horner yang berjudul Drive. Menurut sang mantan kepala tim, pertemuan rahasia tersebut sengaja diatur dan bertempat di kediaman perancang jenius Adrian Newey yang terletak di dekat Ascot. Pada masa itu, Lewis Hamilton dikabarkan mulai merasa kehilangan arah dan frustrasi bersama McLaren, terutama akibat ketegangan hubungan internal dengan rekan setimnya, Jenson Button, serta rentetan masalah teknis yang terus menggerus peluang kompetitifnya.

Situasi pelik di McLaren membuat kubu Red Bull menjadi destinasi utama yang diincar oleh peraih tujuh gelar juara dunia tersebut. Dalam memoarnya, Christian Horner menceritakan momen ketika ia pertama kali dihubungi oleh ayah sang pebalap, Anthony Hamilton, yang kemudian berlanjut pada negosiasi tertutup. Ketika mereka duduk bersama di rumah Adrian Newey, pebalap Inggris itu secara terbuka mengajukan pertanyaan krusial mengenai apa yang diperlukan untuk bisa bergabung dengan skuad juara bertahan tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Gagasan menduetkan Lewis Hamilton dengan pebalap andalan mereka saat itu, Sebastian Vettel, tentu menjadi sebuah prospek yang sangat menggiurkan sekaligus mendebarkan bagi masa depan tim. Akan tetapi, tidak semua petinggi Red Bull menyambut baik wacana ambisius tersebut. Penasehat motorsport Helmut Marko justru menunjukkan resistensi dan tampak tidak terkesan ketika mengetahui rencana perekrutan pebalap papan atas itu, karena khawatir kehadirannya akan mengganggu posisi Sebastian Vettel sebagai anak emas di dalam garasi.

Baca Juga Jadwal Lengkap GP Amerika Serikat F1 2026 dan Penentuan Gelar

Kendala finansial pada akhirnya menjadi batu sandungan terbesar yang membuat negosiasi tersebut tidak pernah terwujud secara nyata. Christian Horner menjelaskan bahwa mendatangkan sosok sekelas Lewis Hamilton akan membutuhkan gelontoran dana dalam jumlah yang sangat fantastis dan mencengangkan. Oleh karena itu, pihak manajemen memutuskan untuk tidak melanjutkan ide tersebut dengan dorongan yang terlalu masif, membuka jalan bagi sang pebalap untuk akhirnya memilih Mercedes di bawah kepemimpinan Ross Brawn dan Niki Lauda sebelum hijrah ke Ferrari.