Pembalap muda Franco Colapinto akhirnya mengambil langkah berani untuk meredam situasi panas di dunia maya. Menjalani musim penuh pertamanya di ajang Formula 1 bersama tim Alpine setelah sebelumnya sempat tampil bersama Williams, ia mendapati popularitasnya di tanah kelahiran melonjak drastis. Kehadirannya mengakhiri penantian panjang selama 23 tahun tanpa pembalap Argentina di grid, sekaligus mengulang sejarah sejak Carlos Reutemann pada tahun 1982.

Namun, euforia nasional yang masif ini berujung pada gelombang fanatisme ekstrem di media sosial. Para pendukung garis keras kerap melancarkan pembelaan agresif yang berujung pada perundungan maya terhadap pembalap lain. Situasi ini memuncak ketika juara dunia bertahan Lando Norris menerima gelombang pesan kebencian setelah mengkritik manuver Colapinto di Baku, yang kala itu melibatkan insiden dengan rekan setimnya sendiri.

Tidak hanya pembalap rival, rekan setimnya di Alpine, Pierre Gasly, turut menjadi sasaran empuk setelah insiden di Grand Prix Spanyol. Gasly bahkan mengungkapkan bahwa keluarganya serta sang kekasih ikut diteror oleh komentar-komentar pedas para oknum pendukung di dunia maya, memaksa manajemen tim turun tangan memberikan ultimatum keras.

- Advertisement -
Advertisement

Penasehat eksekutif Alpine yang berbasis di Enstone, Flavio Briatore, sebelumnya telah mengeluarkan ancaman tegas agar para penggemar asal Argentina menghentikan tindakan abusif tersebut, atau pihak tim akan memberlakukan pemboikotan total terhadap media Argentina. Tekanan internal dan eksternal inilah yang mendorong Colapinto angkat bicara langsung melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam pernyataan emosionalnya, pembalap muda berbakat tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan luar biasa yang ia terima sejak hari pertama meniti karier balap. Ia mengakui bahwa energi positif dari para suporter sangat membantu dirinya dan tim dalam meraih hasil kompetitif di setiap akhir pekan balapan yang melelahkan.

Baca Juga Furi Andrea Stella Ubah Sikap Lando Norris Bantu Oscar Piastri

Kendati demikian, sang pembalap secara terbuka mengakui bahwa batas kewajaran telah terlewati dalam beberapa kesempatan terakhir. Colapinto menegaskan bahwa alih-alih memberikan perlindungan, tindakan menyerang rekan seprofesi justru memberikan dampak merugikan bagi masa depan kariernya di ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia ini.

“Alih-alih mendukung saya, kita malah mengkritik orang dan menyerang pembalap lain, rekan kerja saya, rekan setim saya, para mekanik saya, para insinyur saya — orang-orang yang bekerja bersama saya setiap hari,” ujar Colapinto dalam pernyataan resminya. Ia dengan tegas mengingatkan para pendukungnya agar mengubah cara pandang dan kembali menjunjung tinggi nilai sportivitas.