Pebalap senior Sergio Perez telah resmi mengamankan masa depannya di ajang Formula 1 setelah menandatangani kontrak baru berdurasi tiga tahun bersama tim Cadillac. Konfirmasi krusial ini diumumkan tepat menjelang akhir pekan balapan kandang sang pebalap yang juga menjadi tonggak sejarah penting dalam kariernya di kejuaraan dunia balap mobil bergengsi tersebut.

Pebalap berusia 36 tahun asal Meksiko tersebut bersiap untuk mencatatkan start Grand Prix yang ke-300 dalam kariernya akhir pekan ini di Kota Meksiko. Pencapaian ini menempatkannya dalam jajaran elite sejarah Formula 1, di mana ia akan menjadi pebalap ketujuh yang berhasil mencapai angka 300 start, serta pebalap pertama dalam sejarah yang mampu mencapai tonggak sejarah tersebut tepat di hadapan pendukung tuan rumah di balapan kandangnya sendiri.

Perpanjangan kontrak ini juga sekaligus menandai babak baru yang luar biasa dalam kebangkitan karier Perez setelah sempat didepak oleh Red Bull pada akhir musim 2024 lalu. Keputusan tersebut sempat membuat pebalap peraih enam kemenangan Grand Prix itu berada dalam situasi sulit tanpa kursi balap untuk musim 2025, sebelum akhirnya skuad baru asal Amerika Serikat tersebut menyelamatkan kariernya.

- Advertisement -
Advertisement

Cadillac merekrut kembali Perez untuk diduetkan bersama Valtteri Bottas dalam musim debut mereka di grid Formula 1. Kendati demikian, tim pendatang baru asal Amerika Serikat ini harus melalui proses adaptasi yang sangat berat dan menghadapi berbagai rintangan teknis yang cukup pelik sepanjang musim kompetisi perdana mereka di ajang jet darat.

Hingga paruh musim berjalan, tercatat belum satupun poin yang berhasil diraih oleh kedua pebalap Cadillac, dengan hasil terbaik Perez sejauh ini adalah finis di posisi ke-14. Dirinya sebenarnya sempat menyentuh garis finis di posisi ke-10 pada Grand Prix Monako, namun harus rela kehilangan poin akibat penalti waktu yang dijatuhkan oleh pengawas balapan seusai perlombaan.

Meskipun performa mobil masih belum kompetitif, Perez dinilai mampu mengungguli rekan setimnya secara konsisten di atas lintasan. Manajemen tim memberikan apresiasi tinggi terhadap masukan teknis dan umpan balik yang diberikan oleh Perez, yang terbukti sangat membantu para insinyur dalam melakukan perbaikan performa mobil serta mengoptimalkan operasional di garasi.

Baca Juga Ferrari Incar Pole Position GP Amerika Serikat 2026 di Austin

Menanggapi masa depannya yang kini telah resmi terikat selama tiga tahun ke depan, Perez menegaskan bahwa keputusan memperpanjang kontrak ini mencerminkan keyakinan penuhnya terhadap visi jangka panjang yang diusung oleh tim. Membangun sebuah tim Formula 1 dari nol tentu memerlukan waktu, kerja keras tanpa henti, serta kesabaran ekstra dari seluruh elemen yang terlibat di dalamnya.

"Membangun sebuah tim Formula 1 dari nol tentu membutuhkan waktu, kerja keras tanpa henti dan kesabaran, tetapi kemajuan yang kami buat bersama sangatlah memuaskan," ujar Perez. "Masih banyak pekerjaan besar di depan kita dan saya berkomitmen penuh untuk tiga tahun ke depan."

CEO Cadillac, Dan Towriss, menyambut baik kepastian masa depan pebalap utamanya tersebut di tengah upaya tim mengembangkan struktur yang lebih kompetitif di bawah regulasi teknis baru Formula 1. Towriss menilai pengalaman dan kepemimpinan yang dimiliki oleh Perez sangat krusial bagi fondasi jangka panjang proyek ambisius mereka di ajang balap mobil paling elit di dunia.