Analis F1 TV, Alex Brundle, mengkritik keputusan steward yang menjatuhkan penalti drive-through kepada Arvid Lindblad pada Grand Prix Belanda. Menurutnya, hukuman tersebut terlalu keras, terutama karena pembalap muda itu hanya berusaha menghindari kecelakaan di lap pembuka.

Insiden terjadi saat balapan di Zandvoort berlangsung kacau pada lap pertama. Max Verstappen mengalami kecelakaan di Tikungan 14, memicu kekacauan di belakangnya. Lindblad, yang berada di belakang sang juara dunia empat kali, mengambil tindakan menghindar dan melewati Pierre Gasly dari Alpine saat memasuki Tikungan 1. Steward menilai manuver tersebut sebagai pelanggaran bendera kuning dan menjatuhkan penalti drive-through yang merugikan.

Brundle, dalam acara pasca-balapan F1 TV, bersimpati pada posisi Lindblad. "Saya pikir ini keras. Cara yang diterima pembalap adalah jika Anda menghindari kecelakaan, Anda menghindari kecelakaan dan melakukan semua yang Anda bisa untuk tidak menjadi bagian dari insiden itu," jelasnya. "Sulit untuk menambahkan hal-hal ekstra yang harus disadari pembalap selama insiden untuk memastikan mereka tidak melewati mobil secara sekunder dari itu."

- Advertisement -
Advertisement

Ia menambahkan bahwa jarak pembalap dari insiden juga menjadi faktor penting. "Tergantung seberapa jauh Anda dari insiden. Tapi jika Anda benar-benar belum melewati bendera kuning dan mencoba melewati insiden, saya pikir keras untuk menghukum Anda karena melewati pembalap lain saat Anda mengambil tindakan menghindar," tegas Brundle.

Lindblad, yang kini berusia 19 tahun, juga angkat bicara mengenai insiden tersebut. "Max kehilangan kendali, lalu dia melintasi trek, dan ada puing-puing di mana-mana. Saya tidak bisa melihat apa-apa. Saya mencoba menghindari kontak. Saya pikir saya hampir mengenai salah satu bannya. Lalu saya hanya menjaga garis dan mencoba lurus agar tidak terjadi insiden apa pun," ungkapnya kepada F1 TV.

Baca Juga Karun Chandhok: Kontrak Panjang Verstappen Bukti Keyakinan pada Red Bull

Ia melanjutkan, "Lalu saya melewati Pierre di Tikungan 1. Tapi saya tidak melihat bendera atau apa pun. Jadi itu sedikit disayangkan. Saya juga pikir penaltinya agak keras. Kita semua bisa jujur. Itu pada dasarnya membuat saya keluar dari balapan. Itu cukup ekstrem untuk insiden seperti itu, tapi tidak apa-apa. Itu yang terjadi."

Penalti tersebut membuat Lindblad kehilangan peluang besar untuk mencetak poin di kandang Verstappen, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi rookie Racing Bulls. Dengan performa impresif yang ditunjukkan sepanjang musim, keputusan ini tentu menjadi sorotan, mengingat konsistensi penalti di F1 kerap menjadi perdebatan.