Dunia balap GT World Challenge America powered by AWS dikejutkan oleh keputusan administratif yang mengubah peta persaingan secara dramatis jelang akhir musim. Pembalap asal Selandia Baru yang tampil gemilang sepanjang tahun akhirnya dipastikan keluar sebagai pemenang utama penghargaan beasiswa SRO GT Academy. Kepastian ini diraih setelah pesaing terdekatnya dari Australia, bersama dua pembalap lainnya, harus rela dicoret dari daftar kompetisi akibat regulasi ketat terkait keikutsertaan penuh musim balap.
Sebelumnya, Tom Sargent berada di posisi terdepan untuk merebut beasiswa bergengsi tersebut dengan keunggulan 61 poin yang kokoh di puncak klasemen kelas Pro-Am bersama tim GMG Racing. Namun, absennya pembalap muda berbakat ini pada seri penutup Indianapolis 8 Hour karena bentrok jadwal dengan komitmen European Le Mans Series bersama Proton Competition menjadi batu sandungan fatal. Situasi tersebut langsung memicu investigasi dari otoritas penyelenggara terkait aturan eligibilitas peserta.
SRO Motorsports Group secara resmi mengumumkan pencoretan tersebut melalui papan pengumuman resmi menjelang balapan ketahanan di Indianapolis. Keputusan ini merujuk langsung pada Pasal 2 mengenai Eligibilitas, yang secara tegas mewajibkan para kontestan untuk berkompetisi secara penuh sepanjang musim di setiap putaran. Pengecualian hanya diberikan dalam kasus kahar atau force majeure yang dapat diterima secara resmi oleh Dewan Olahraga. Dalam kasus ini, pihak dewan menilai tidak ada alasan darurat yang sah atas ketidakhadiran para pembalap bersangkutan.
Melalui keputusan resmi tertulis, Dewan Olahraga menyatakan bahwa Tom Sargent bersama Alex Sedgwick dan Lorcan Hanafin dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat untuk memperebutkan SRO GT Academy dan resmi dihapus dari perolehan poin musim kompetisi. Pihak penyelenggara juga memastikan tidak ada redistribusi poin yang dilakukan atas pencoretan tersebut, dan keputusan ini bersifat final serta tidak dapat diganggu gugat melalui jalur banding apa pun.
Konsekuensi dari sanksi administratif ini langsung melambungkan posisi Yardley, yang sebelumnya mengamankan tempat ketiga di kelas Pro-Am pada ajang Indianapolis 8 Hour bersama rekan setimnya di Wright Motorsports, Laurin Heinrich dan Dave Musial Jr. Program SRO GT Academy sendiri diperluas tahun ini ke berbagai ajang regional termasuk Amerika, Australia, dan Asia, di mana para pembalap dinilai berdasarkan performa individu, kecepatan, serta konsistensi murni alih-alih sekadar hasil akhir balapan.
Baca Juga Kalender Sementara Kejuaraan Dunia Sidecar 2027 Resmi Dirilis"Sangat luar biasa rasanya bisa keluar dari Indianapolis 8 Hour sebagai pemenang SRO GT Academy," ujar Yardley mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian besar dalam karier balap sportscar internasional miliknya. "SRO telah merancang program yang fantastis, dan saya sangat senang bisa keluar sebagai yang teratas. Saya sangat menantikan kesempatan bertemu para pemenang GT Academy lainnya dari seluruh dunia saat kami bergabung tahun depan untuk menghadapi salah satu balapan mobil sport terbesar di dunia."
Keberhasilan ini menjadikan Yardley sebagai pemenang kedua yang resmi dikonfirmasi untuk mendapatkan kursi balap di ajang 24 Hours of Spa, menyusul Jarrod Waberski dari kejuaraan British GT Championship. Program prestisius Spa 24 ini nantinya akan dioperasikan secara penuh oleh Team Motopark yang akan menurunkan mobil tangguh Mercedes-AMG GT3. Penghargaan ini dirancang khusus untuk memberikan kesempatan emas bagi pembalap berusia di bawah 30 tahun berstatus lisensi perak FIA untuk bertarung di Spa tanpa memikirkan beban anggaran finansial.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!