Harapan besar akan kembalinya ajang balap ketahanan klasik dua pengemudi secara penuh melalui Sandown pada kalender resmi mendatang akhirnya pupus sudah. Sempat muncul wacana kuat bahwa sirkuit di Melbourne tersebut akan dimasukkan ke dalam jadwal untuk melengkapi rangkaian Piala Ketahanan bersama The Bend dan Bathurst 1000, memberikan warna tersendiri bagi para pecinta motorsport global.

Kendati demikian, mimpi tersebut harus kandas setelah pengumuman resmi menempatkan sirkuit ikonik ini sebagai putaran penutup kategori sprint alih-alih menjadi pembuka seri ketahanan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pihak penyelenggara sebenarnya sempat mendukung ide penambahan format ketahanan tersebut, namun gelombang penolakan keras datang dari kubu tim-tim peserta yang mengkhawatirkan lonjakan biaya operasional.

Keputusan mempertahankan Sandown sebagai arena balap sprint langsung memicu reaksi beragam dari para tokoh penting di paddock. Salah satu kritik paling vokal datang dari bintang Chaz Mostert, yang secara terbuka menyayangkan kegagalan penyelenggara mewujudkan format tiga seri ketahanan musim depan demi memberikan porsi balap yang lebih layak bagi para co-driver.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya benar-benar berharap kita bisa kembali ke tiga balapan ketahanan musim depan," ujar Mostert mengungkapkan kekecewaannya terhadap format saat ini yang dinilai kurang memberikan daya tarik magis seperti tahun-tahun sebelumnya ketika mini-seri ketahanan berdiri sendiri.

Baca Juga Maxime Renaux Tinggalkan Yamaha Setelah Lebih Dari Satu Dekade Bersama

Di sisi lain, pandangan berbeda dilontarkan oleh tokoh senior paddock Roland Dane. Ia merasa ragu apakah penambahan seri ketahanan ketiga benar-benar krusial saat ini, meski di sisi lain ia menyimpan kerinduan mendalam terhadap format lama balapan internasional di Gold Coast.

Sementara itu, dukungan terhadap penambahan seri ketahanan justru datang dari petinggi Simon Brookhouse. Menurutnya, format tiga putaran akan jauh lebih ideal mengingat besarnya bobot poin serta tiket langsung menuju babak final bagi pemenang Piala Ketahanan.