Gelar juara dunia Marco Bezzecchi musim ini tampaknya harus dibayar mahal oleh rentetan kesalahan sendiri terutama pada sesi balapan pendek. Berdasarkan analisis mendalam dari FormulaPassion, pembalap asal Rimini tersebut sebenarnya baru saja memperlihatkan performa gemilang dan dominan ketika berhasil mengamankan kemenangan pada balapan utama hari Minggu di Indonesia. Kemenangan kelimanya musim ini sekaligus mengakhiri puasa podium tertinggi yang sudah dirasakannya sejak Grand Prix Italia di Sirkuit Mugello beberapa waktu lalu.

Setelah sempat mengalami periode sulit di awal musim panas yang diwarnai berbagai insiden kecelakaan, tingkat emosi yang terlalu tinggi, hingga cedera fisik yang membuat keunggulannya di puncak klasemen sirna, Bezzecchi sejatinya mampu menemukan kembali kecepatan terbaiknya. Sejak seri Silverstone hingga beberapa balapan berikutnya, pembalap andalan Aprilia ini konsisten menembus podium di lima dari enam balapan utama, dengan satu-satunya noda negatif terjadi akibat insiden terjatuh di Misano yang mengecewakan para penggemarnya.

Kendati demikian, mimpi buruk terbesar dalam perburuan gelar juara dunia tahun ini justru bersumber dari kegagalannya memaksimalkan poin di sesi hari Sabtu. Tercatat sudah lima kali Bezzecchi mengalami kecelakaan dalam balapan Sprint, di mana insiden teranyar terjadi di Indonesia usai terlibat senggolan kontroversial dengan Raul Fernandez di tikungan pertama. Akibat serangkaian kecelakaan konyol tersebut, perolehan angka Bezzecchi di hari Sabtu terpaut sangat jauh, yakni tertinggal hingga 64 poin dari Marc Marquez serta 45 angka di belakang Jorge Martin dalam perebutan titel.

- Advertisement -
Advertisement

Situasi ini terasa semakin menyakitkan karena dalam sebagian besar insiden hari Sabtu tersebut, Bezzecchi sebenarnya sedang berada di jalur kemenangan atau setidaknya mengamankan posisi tiga besar. Pada seri pembuka di Thailand, pembalap bernomor 72 itu langsung tersungkur pada putaran kedua ketika memimpin balapan. Skenario serupa terulang di COTA saat ia tergelincir ketika balapan tinggal menyisakan tiga putaran dan tengah menduduki posisi kedua, menyusul kemudian insiden panas di Brno yang berujung pada hukuman berat.

Baca Juga Michele Pirro Dihukum di Thailand 2026

Menghitung kerugian secara matematis, sedikitnya ada 30 hingga 35 poin krusial yang terbuang sia-sia akibat kecelakaan tersebut, belum termasuk keuntungan cuma-cuma yang diberikan kepada para rival terdekatnya di klasemen. Seandainya ia mampu tampil lebih tenang dan minim kesalahan, posisi puncak klasemen menjelang fase akhir musim seharusnya berada di dalam genggamannya. Kini, meski tengah menjalani musim terbaik sepanjang kariernya di kelas premier, Bezzecchi terpaksa menanggung beban berat untuk melakukan keajaiban di sisa balapan tanpa ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan.