Pekan balapan MotoGP di Lusail International Circuit, Qatar, langsung diwarnai dengan sorotan tajam terhadap kondisi fisik salah satu pebalap papan atasnya. Jorge Martin, yang sebelumnya sempat mengalami kendala fisik serius berupa fraktur pada pergelangan tangan kanannya hingga memaksanya mundur pada hari Sabtu di Grand Prix Malaysia, kini mencoba untuk bangkit kembali. Upaya pemulihan intensif yang dijalaninya di rumah melalui sesi fisioterapi beruntun membuahkan hasil positif, meskipun bayang-bayang cedera belum sepenuhnya hilang dari tubuh pebalap berjuluk Martinator tersebut.
Menghadapi rangkaian sesi latihan bebas pertama atau FP1 di bawah terik suhu udara mencapai 33 derajat Celsius, pebalap pabrikan Aprilia tersebut langsung turun ke lintasan untuk menguji ketahanan fisiknya di atas kuda besi RS-GP miliknya. Meskipun masih merasakan sisa-sisa cedera, ia mampu melibas banyak putaran dan menunjukkan performa yang cukup kompetitif dengan mengamankan posisi kelima di akhir sesi 45 menit tersebut, meski masih terpaut lebih dari tujuh detik dari catatan waktu terbaik yang dicetak oleh rival perebutan gelar juara dunia, Marc Marquez yang mengendarai motor Ducati.
Menanggapi situasi fisik anak asuhnya yang belum pulih seutuhnya, Team Manager Aprilia, Paolo Bonora, memberikan keterangan mendalam mengenai perkembangan kondisi sang pebalap kepada media. Bonora menegaskan bahwa timnya harus tetap mengambil langkah antisipatif yang sangat ketat demi keamanan dan performa maksimal di atas lintasan. Situasi fisik pebalap asal Spanyol itu memang menunjukkan tren membaik, namun tantangan besar masih harus dihadapi terutama pada titik-titik krusial di sirkuit Losail.
Dalam wawancaranya, Bonora menjelaskan secara rinci dinamika fisik yang dirasakan oleh pebalap utamanya tersebut selama sesi latihan berlangsung. "Situasi sepertinya menjadi lebih baik, tetapi kami harus sangat berhati-hati," ungkap Bonora. Ia menambahkan bahwa dalam hal melakukan pergantian arah motor, kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan balapan sebelumnya di Sepang, namun kendala spesifik masih muncul ketika harus menghadapi zona pengereman keras yang membutuhkan kekuatan ekstra pada pergelangan tangan.
Beruntungnya bagi kubu Aprilia, tata letak Sirkuit Internasional Losail tidak terlalu menuntut aksi pengereman ekstrem yang terlalu sering, sehingga memberikan sedikit ruang bernapas bagi pemulihan fisik pebalap andalan mereka. Meskipun demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama tim teknik asal Noale tersebut dalam memandu strategi sepanjang akhir pekan balapan ini berlangsung di Qatar.
Baca Juga Gresini Beri Pesan Haru ke Aldeguer, '2027 Bisa Menunggu'Terkait peluang perebutan gelar juara dunia, target utama tim saat ini adalah mengamankan setidaknya delapan poin agar penentuan gelar juara dunia dapat ditunda setidaknya hingga seri berikutnya di Portimao, dengan asumsi bahwa rival terdekat mereka menyapu bersih kemenangan. Bonora menegaskan bahwa skuadnya tidak akan pernah menyerah selama hitungan matematis masih memberikan celah bagi mereka untuk terus bertarung memperebutkan mahkota juara dunia musim ini.
"Absolut. Selama angka-angka memberikan kami kesempatan, kami tidak akan pernah menyerah," tegas Bonora penuh keyakinan. Ia menekankan bahwa tim ingin menjaga kejuaraan tetap terbuka lebar, mengingat mereka masih memiliki peluang serta rekam jejak positif di masa lalu di mana sang pebalap pernah meraih kemenangan di sirkuit kebanggaan Qatar tersebut.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!