Ketika lampu padam di MotoGP, setiap pembalap tahu risiko yang diambil. Namun, ketika insiden terjadi, pertanyaan yang sering muncul: apakah hukuman harus setimpal dengan akibatnya? Simon Crafar, ketua FIM MotoGP Stewards, menegaskan bahwa prinsip 'mata ganti mata' tidak pernah berlaku di dunia balap.
Dalam podcast Crash.net MotoGP, Simon Crafar menjelaskan bahwa penalti tidak dirancang untuk membalas dendam. "Penalti tidak pernah eye for an eye. Hanya karena seseorang merusak balapan orang lain, kami tidak akan merusak balapan mereka," ujarnya.
Crafar menekankan bahwa insiden di lap pertama dinilai lebih keras karena dapat membahayakan banyak pembalap. Namun, jika itu adalah upaya menyalip yang sah dan berakhir dengan kecelakaan, hukuman pertamanya adalah long lap penalty. "Long lap hanya menambah dua atau tiga detik. Tapi itu adalah pengakuan bahwa Anda melakukan kesalahan, dan jangan ulangi lagi," tambahnya.
Yang menarik, MotoGP Stewards tidak menunggu laporan dokter untuk menyesuaikan hukuman. "Kami hanya melihat aksi itu sendiri. Seberapa besar kesalahan, seberapa buruk niat, dan seberapa berbahaya," jelas Crafar. Cedera yang dialami pembalap lain dianggap sebagai keberuntungan atau nasib buruk, bukan faktor penentu hukuman.
Crafar juga mengungkapkan bahwa tugas Stewards tidak hanya menghukum, tetapi juga membela pembalap yang tidak bersalah. "Jika seorang pembalap cedera parah akibat insiden yang kami nilai sebagai race incident, orang-orang akan marah. Tapi tugas kami adalah membela pembalap lain yang hanya sedang balapan," katanya.
Baca Juga MotoGP Buka 'Jendela Peluang' Besar Lewat Sirkuit Kota AdelaideSebelum menjatuhkan penalti, Stewards sering memberikan peringatan secara pribadi kepada pembalap. Ini adalah bagian dari pekerjaan di balik layar yang jarang terlihat. "Kami ingin mencegah sebelum terjadi," pungkas Crafar.
Dengan pendekatan ini, MotoGP berusaha menjaga keseimbangan antara keadilan dan keselamatan, tanpa terjebak dalam balas dendam.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!