Marc Marquez kembali ke Sirkuit Motegi dengan misi berbeda: bukan sebagai juara bertahan yang nyaman, melainkan pemburu. Selisih 12 poin dari Jorge Martin di puncak klasemen MotoGP membuat tekanan terasa nyata, terlebih Ducati mengakui kehilangan peluang besar di Austria beberapa pekan lalu. Kini, di Grand Prix Jepang, Marquez harus membalikkan keadaan sebelum trek yang kurang bersahabat menghadang di Indonesia.
Ducati menyadari betul bahwa Austria adalah kesempatan yang terbuang. Masalah rem pada balapan utama membuat Marc Marquez hanya finis kelima, padahal ia bisa menekan Martin. Kerusakan poin memang tidak fatal, tetapi gelombang kekhawatiran mulai muncul di garasi Ducati. Mereka bahkan melihat ke depan, ke Mandalika, dengan perasaan waswas karena Marquez belum pernah sukses di sana dan ban dengan karkas keras yang sering merepotkan Ducati akan kembali digunakan.
“Jelas di sini kami akan berusaha keras untuk berada di depan lawan, tapi target kami tetap sama seperti balapan lain – naik podium,” ujar Davide Tardozzi, manajer tim Ducati, di Jepang. “Di Indonesia, kami akan coba yang terbaik. Kami tahu ada yang lebih cepat, tapi kami juga tahu Marc kadang melakukan hal-hal menarik.”
Michelin membawa ban belakang hard dengan karkas kaku ke Motegi karena aspal sirkuit telah diresurfacing. Namun, setelah sesi Jumat, ban hard itu sepertinya hanya menjadi penghuni tenda Michelin. Ducati tampaknya lebih nyaman dengan ban soft, dan itu terlihat dari catatan waktu Alex Marquez yang memimpin Practice dengan 1m42.811s – rekor lap baru – diikuti Pedro Acosta dan Marc Marquez yang terpaut kurang dari 0,1 detik.
Meski Ducati unggul di atas kertas, Marquez memprediksi kualifikasi akan berlangsung sengit. “Besok kualifikasi akan sulit karena semua orang akan sangat cepat,” kata pembalap Ducati Lenovo itu. “Dengan ban belakang di sini, Anda tidak hanya punya satu kesempatan, satu lap – dua, tiga lap ban masih bekerja baik. Jadi semua orang akan cepat karena biasanya time attack hanya satu lap, tapi di sini Anda punya lebih banyak opsi.”
Baca Juga KTM Akhirnya Buka Mesin MotoGP 2026 untuk Perbaiki MasalahYang menjadi perhatian rival adalah kecepatan long run Marquez. Sang juara dunia bertahan tampaknya nyaman dengan ban soft, dan jika ia bisa mempertahankan konsistensi, bukan tidak mungkin ia akan mendominasi balapan. Ducati sendiri belum sepenuhnya bebas dari masalah, tetapi setidaknya di Motegi mereka punya modal untuk melawan Aprilia.
Di kubu Aprilia, Jorge Martin harus waspada. Ia memimpin klasemen, tetapi tekanan dari Marquez dan performa Ducati di Jepang bisa menjadi ancaman serius. Sementara itu, Pedro Acosta dari KTM menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan catatan waktu tercepat kedua, dan ia berambisi meraih kemenangan keduanya di MotoGP. Yamaha dan Honda masih tertinggal, dengan Fabio Quartararo dan Diogo Moreira masing-masing di posisi ketujuh dan kesembilan.
Dengan sisa sesi latihan dan kualifikasi, pertarungan di Motegi masih terbuka. Namun satu hal yang pasti: Marquez tidak akan menyerah tanpa perlawanan, dan Ducati tahu bahwa mereka harus memaksimalkan setiap kesempatan sebelum tekanan di Indonesia datang menghadang.
Fastest Laps per Manufacturer - Friday Practice
| Bike | Rider | Time | Position | Difference |
|---|---|---|---|---|
| Ducati GP26 | Alex Marquez | 1m42.811s | 1st | - |
| KTM | Pedro Acosta | 1m42.887s | 2nd | 0.076s |
| Aprilia | Marco Bezzecchi | 1m43.029s | 4th | 0.218s |
| Yamaha | Fabio Quartararo | 1m43.230s | 7th | 0.419s |
| Honda | Diogo Moreira | 1m43.306s | 9th | 0.495s |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!