Pembaruan teknis yang dibawa oleh Mercedes sebenarnya berhasil menghasilkan downforce tambahan sesuai target awal mereka. Namun, peningkatan performa tersebut ternyata tidak datang secara konsisten di setiap kondisi lintasan, memicu pergeseran keseimbangan aero yang membuat mobil W17 jauh lebih sulit dikendalikan oleh para pembalapnya di atas trek.
Setelah pekan balapan di Sepang yang meninggalkan banyak tanda tanya besar bagi garasi tim, akhir pekan Grand Prix Singapura akhirnya memberikan petunjuk teknis yang krusial bagi para insinyur. Memanfaatkan aturan parc ferme yang terbuka serta keputusan taktis untuk membagi konfigurasi setup di antara kedua pembalap, skuad Silver Arrows sukses mengumpulkan data telemetri yang sangat berharga untuk dianalisis mendalam.
Seluruh tumpukan data tersebut kini tengah dibedah secara intensif selama jeda menuju balapan di Austin. Fokus utama para insinyur saat ini adalah memahami secara presisi mengapa paket pengembangan yang pertama kali diperkenalkan di Malaysia gagal berfungsi optimal secara konsisten, terlepas dari potensi besar yang sebenarnya tersembunyi di balik komponen baru tersebut.
Wakil Direktur Teknik Simone Resta memaparkan kompleksitas masalah ini melalui siniar resmi tim. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama untuk mendongkrak performa lewat tambahan downforce telah tercatat secara akurat di instrumen mobil, namun distribusi beban aerodinamika tidak merata di setiap titik tikungan.
"Saya pikir, jika Anda ingin melihat akar masalahnya, kami ingin memberikan performa lebih dengan downforce tambahan. Dan kami telah mengukur downforce yang lebih besar pada mobil," ujar Resta dalam siniar Nu Silver Arrows Radio Show.
Baca Juga Verstappen Kuasai GP Singapura 2026, Antonelli Tatap Gelar Juara Dunia"Sayangnya, ini bukan masalah hitam dan putih. Ini adalah lingkungan yang sangat abu-abu dengan banyak variabel. Kami menghadirkan downforce, tetapi mungkin kami belum memberikan tingkat downforce yang sama di setiap titik laju mobil di lintasan, sehingga mengubah keseimbangan mobil dan memaksa pembalap beradaptasi," imbuhnya.
Perubahan besar pada area lantai dan sidepod di Sepang memang diprediksi bakal sedikit mengubah karakter penanganan mobil. Kendati demikian, ketidakkonsistenan distribusi downforce di berbagai fase kecepatan membuat para teknisi kesulitan meramu setelan optimal untuk menjinakkan W17, sebuah pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan sebelum persaingan sengit berlanjut di Amerika Serikat.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!