Akhir pekan Formula 1 di Autodromo Hermanos Rodriguez dalam ajang Grand Prix Meksiko tidak hanya akan menjadi sorotan utama karena potensi besar perebutan gelar juara dunia, tetapi juga menyimpan catatan sejarah yang luar biasa bagi Mercedes. Tim yang berbasis di Brackley ini berpeluang besar untuk menyamai rekor podium beruntun sepanjang sejarah ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi luar biasa dari mesin panah perak di bawah regulasi modern.

Sorotan utama tentu tertuju pada Andrea Kimi Antonelli yang berada di ambang sejarah untuk mengunci gelar juara dunia pembalap Formula 1 musim 2026. Jika skenario ini berjalan mulus, pembalap muda asal Bologna tersebut akan menorehkan tinta emas sebagai juara dunia termuda sepanjang masa dalam sejarah Formula 1, sebuah prestasi yang tidak hanya membanggakan bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi dunia balap Italia secara keseluruhan di kancah internasional.

Kendati demikian, pesta di garasi Mercedes bisa menjadi semakin meriah apabila salah satu dari dua pembalap mereka berhasil mengamankan posisi tiga besar pada balapan akhir pekan ini. Hingga 18 Grand Prix yang telah rampung diselenggarakan musim ini, setidaknya selalu ada satu pembalap Mercedes yang berdiri di atas podium, sebuah konsistensi tingkat tinggi yang mengingatkan para penggemar pada era dominasi masa lalu.

- Advertisement -
Advertisement

Dengan kemenangan sensasional yang diraih oleh Kimi di Austin pada seri sebelumnya, duet Antonelli dan George Russell sukses menyamai catatan gemilang yang pernah dibukukan oleh Michael Schumacher dan Rubens Barrichello bersama Ferrari pada musim 2004 silam, di mana tim Kuda Jingkrak kala itu juga membukukan 18 podium beruntun sejak seri pembuka kalender balap dunia.

Baca Juga Lewis Hamilton Intip Strategi Ferrari Redam Max Verstappen di Singapura

Kendati rekor 18 podium beruntun telah berhasil disamai, rekor absolut tertinggi masih dipegang oleh Mercedes sendiri dengan catatan 19 podium beruntun dari awal musim. Rekor legendaris tersebut pertama kali diukir pada musim 2014, yang merupakan tahun perdana era mesin turbo-ibrida Formula 1, ketika persaingan sengit terjadi antara dua pembalap utama mereka saat itu.

Pada musim 2014 yang penuh sejarah, duo pembalap papan atas dunia secara konsisten menguasai setidaknya satu tempat di podium pada setiap seri balapan sepanjang satu tahun kalender penuh. Kini, terlepas dari bagaimana dinamika sisa kalender balap menjelang akhir musim, Antonelli dan Russell memiliki kesempatan emas untuk tidak hanya menyamai tetapi bahkan melampaui rekor abadi tersebut sebelum tirai kompetisi musim 2026 resmi ditutup.