Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, melontarkan kritik tajam kepada sejumlah mantan pebalap Formula 1 yang kerap memberikan komentar miring mengenai regulasi baru yang akan diterapkan pada musim 2026 mendatang. Sang juara dunia empat kali tersebut menilai bahwa gelombang kritik negatif yang muncul di ruang publik sebagian besar disebabkan oleh ketidakpahaman para pengamat dan pundit terhadap detail teknis dari aturan baru tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Verstappen dalam wawancara eksklusif bersama De Telegraaf selama akhir pekan Grand Prix Singapura. Reaksi ini muncul setelah dirinya diperlihatkan sejumlah komentar kritis yang dilontarkan oleh mantan pebalap sekaligus juara dunia 1996, Damon Hill. Menurut Verstappen, situasi inilah yang memicu para mantan pebalap kerap melontarkan argumen atau pandangan yang dinilainya sangat aneh ketika diwawancarai oleh media televisi.

"Tahukah Anda apa masalahnya dengan banyak mantan pebalap? Mereka sama sekali tidak mempelajari regulasi baru. Jadi mereka tidak tahu persis bagaimana mesin itu berjalan dan persis cara kerjanya. Kemudian mereka ditanya tentang hal itu di televisi, dan terkadang muncul jawaban yang sangat aneh," ujar Verstappen dalam wawancara tersebut, seperti dilansir dari Motorsport.com.

- Advertisement -
Advertisement

Kendati demikian, pebalap asal Belanda itu menegaskan bahwa kritik tersebut tidak ditujukan secara pukul rata kepada seluruh mantan pebalap yang kini berkarier sebagai pengamat. Ia menyadari bahwa masih ada beberapa pihak di antara mereka yang benar-benar memahami dinamika teknis dari regulasi balap jet darat masa depan, meskipun sebagian besar lainnya dinilai gagal mendalami regulasi secara komprehensif sebelum berbicara di depan umum.

Di sisi lain, beberapa tokoh penting di grid saat ini seperti Fernando Alonso dan Lando Norris sempat menyatakan dukungan terhadap pandangan Verstappen mengenai regulasi baru tersebut. Namun, Verstappen menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak sedang mencari sekutu atau dukungan politik di paddock. Ia menyatakan bahwa komentarnya murni merupakan bentuk penyampaian pendapat pribadi berdasarkan apa yang ia lihat dan analisis sepanjang musim balap tahun ini.

Baca Juga Kontroversi Batas Lintasan Andrea Kimi Antonelli di GP Singapura

"Saya hanya mengatakan apa yang saya pikirkan, apa yang salah di mata saya dan apa yang bisa diperbaiki. Terkadang saya dikritik karena hal itu oleh orang-orang tertentu, atau mereka bilang mereka tidak mengerti maksud saya. Tapi pada akhirnya, nanti akan menjadi jelas apakah sesuatu itu baik atau buruk," tambahnya mengenai posisinya yang vokal terhadap arah perkembangan Formula 1.

Kontroversi mengenai regulasi 2026 ini sendiri berpusat pada perubahan besar pada unit daya yang akan memiliki ketergantungan jauh lebih besar pada tenaga listrik. Verstappen selama ini dikenal sebagai salah satu figur yang paling vokal menyuarakan kekhawatirannya terhadap arah teknis tersebut, bahkan sempat memicu spekulasi mengenai masa depannya sebelum akhirnya memutuskan memperpanjang kontrak jangka panjang dengan tim asal Milton Keynes hingga tahun 2030.

Max Verstappen Red Bull Racing
Max Verstappen, Red Bull Racing. Foto: Motorsport.com