Hari Jumat pada rangkaian akhir pekan Grand Prix Brasil sebenarnya mencatatkan hasil yang positif di atas kertas bagi Max Verstappen, setelah ia berhasil mengamankan posisi ketiga di sesi Latihan Bebas 1 dan Latihan Bebas 2. Meskipun sang juara dunia empat tahun berturut-turut tersebut mampu menunjukkan kecepatan kompetitif di atas lintasan Interlagos, situasi di balik kemudi justru diwarnai oleh ketegangan tinggi dan keluhan tajam yang dilontarkan langsung melalui radi_o tim kepada para insinyurnya di garasi Red Bull.

Para pembalap lain yang tampil lebih cepat dari Verstappen pada hari Jumat itu adalah para penantang gelar, di mana Kimi Antonelli tampil impresif dengan mendominasi posisi teratas, sementara Lando Norris juga terus menempel ketat di barisan depan. Namun, jika pendengar menyimak percakapan radio dari kokpit mobil Red Bull, tidak akan ada yang menyangka bahwa Verstappen berada dalam posisi yang begitu kompetitif di lembar catatan waktu.

Sejak sesi Latihan Bebas 1 dimulai, pembalap asal Belanda tersebut secara terbuka meluapkan kekesalannya kepada tim mengenai masalah girboks yang ia anggap sangat mengganggu ritme balapnya. Verstappen dengan nada tinggi menegaskan bahwa proses perpindahan gigi turun atau downshifts terasa sangat buruk dan tidak bisa ditoleransi selama sesi latihan berlangsung di sirkuit yang menuntut ketepatan teknis tinggi tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Tidak hanya berhenti pada masalah girboks yang dikeluarkannya dengan nada marah, peraih gelar juara dunia F1 ini juga mengeluhkan beban fisik yang harus dihadapinya akibat masalah pada kemudi mobil RB milik Red Bull. Dengan nada menyindir keras, ia sempat mengatakan bahwa mengendalikan mobil tersebut terasa seperti sedang melakukan sesi latihan fisik yang melelahkan karena setir yang terasa sangat berat dan tidak nyaman.

Memasuki sesi Latihan Bebas 2, situasi teknis tidak kunjung membaik secara keseluruhan bagi sang pembalap andalan tim yang bermarkas di Milton Keynes itu. Ketika insinyur balapnya menginformasikan bahwa ada komponen pada unit daya yang sedang melakukan penyesuaian terhadap gaya balapnya, Verstappen merespons dengan lelucon sarkastik di radio, mempertanyakan apakah ia harus berbicara langsung kepada mesin mobilnya agar komponen tersebut mau mengikuti perintahnya.

Baca Juga Red Bull Nilai Performa Liam Lawson di GP Belanda: Maksimal

Pada penghujung sesi latihan kedua tersebut, Verstappen akhirnya mengakhiri catatannya dengan selisih waktu 0,259 detik lebih lambat dari catatan waktu tercepat yang dibukukan oleh Antonelli bersama tim Mercedes. Keputusan dramatis pun diambil menjelang akhir sesi ketika ia memilih keluar lebih awal dari kokpit mobilnya di garasi Red Bull saat sesi latihan masih menyisakan waktu lima menit.

Konfirmasi resmi yang dirilis setelah sesi latihan berakhir menyatakan bahwa keputusan Verstappen untuk menyudahi sesi lebih cepat disebabkan oleh munculnya kembali masalah pada sistem kemudi yang sebelumnya telah dikeluhkannya sejak sesi pertama. Masalah berulang ini langsung memicu evaluasi mendalam, di mana para petinggi Red Bull segera menuju ruang jamuan tim untuk menggelar evaluasi bersama menyusul rasa frustrasi yang turut dirasakan oleh rekan setimnya.