Pembalap asal Belanda, Max Verstappen, secara resmi tetap mempertahankan posisi pole atau posisi start terdepan untuk sesi balap sprint Formula 1 Grand Prix Singapura setelah melalui investigasi ketat dari para pengawas pertandingan. Keputusan ini diambil meskipun sang juara dunia bertahan tersebut sempat dinilai melakukan pelanggaran terhadap regulasi bendera kuning akibat mendahului rival utamanya, Lewis Hamilton, di tengah sesi kualifikasi yang berjalan sangat dramatis dan penuh dengan insiden teknis di atas lintasan jalan raya Marina Bay.
Insiden krusial tersebut bermula ketika sesi kualifikasi sprint diwarnai oleh pengibaran bendera kuning tunggal di sektor antara Tikungan 7 dan Tikungan 8. Pengibaran bendera peringatan ini terpaksa dilakukan oleh petugas marshal setelah mobil Sergio Perez mengalami kerusakan pada komponen sayap depan serta meninggalkan serpihan-serpihan karbon yang berbahaya di atas permukaan aspal. Kehadiran bendera kuning seharusnya menuntut seluruh pembalap untuk segera mengurangi kecepatan secara signifikan dan menahan diri dari melakukan manuver mendahului pembalap lain demi alasan keselamatan kerja di area trek.
Sebagai konsekuensi dari manuver kontroversial tersebut, Max Verstappen dan Lewis Hamilton langsung dipanggil oleh panel pengawas pertandingan atau stewards selepas sesi kualifikasi berakhir untuk memberikan penjelasan mendalam mengenai detik-detik insiden. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh para stewards, Max Verstappen menjelaskan bahwa dirinya sedang berada dalam posisi menginjak pedal gas saat keluar dari Tikungan 7 ketika ia melihat kibaran bendera kuning, yang kemudian disusul dengan tindakan langsung mengangkat kakinya dari pedal gas untuk merespons situasi darurat tersebut.
Pernyataan dari sang pembalap andalan Red Bull Racing itu kemudian diperkuat oleh hasil analisis data telemetri yang diperiksa secara teliti oleh tim pengawas. Laporan stewards menyebutkan bahwa dalam jarak sekitar 40 meter semenjak memasuki sektor bendera kuning, Verstappen terbukti telah mengangkat kakinya sepenuhnya dari pedal gas. Di sisi lain, Lewis Hamilton terpantau sedang melakukan pengereman dan telah menurunkan kecepatan kendaraannya hingga di bawah 60 kilometer per jam tepat pada titik di mana Verstappen melakukan aksi salip.
Karena Max Verstappen sendiri sedang berada dalam putaran cepat atau push lap saat keluar dari Tikungan 7 sementara Lewis Hamilton melambat secara drastis, perbedaan kecepatan atau speed differential di antara kedua kendaraan tersebut menjadi sangat signifikan pada saat titik temu overlap meskipun Verstappen sebenarnya juga sudah mulai menginjak pedal rem. Para pengawas balapan menyatakan kepuasannya bahwa Lewis Hamilton telah bereaksi secara tepat terhadap keberadaan bendera kuning dengan cara mengangkat kaki dari gas dan menurunkan kecepatan mobil secara nyata.
Baca Juga Mercedes Hadirkan Paket Upgrade Besar di GP Bahrain MalaysiaLebih lanjut, laporan tersebut mengungkapkan bahwa kecepatan laju Max Verstappen pada saat titik penyalipan tersebut terjadi adalah sekitar 70 kilometer per jam lebih lambat jika dibandingkan dengan kecepatan Verstappen pada putaran cepat normal lainnya di sesi kualifikasi yang sama. Max Verstappen juga memberikan argumen pembelaan bahwa jika ia harus menghindari penyalipan tersebut secara paksa, hal itu akan menuntutnya melakukan pengereman yang sangat berat dan berpotensi menciptakan situasi bahaya baru yang mengancam keselamatan pembalap lain.
Menimbang seluruh argumen teknis dan data telemetri yang terkumpul, para pengawas balapan akhirnya menetapkan keputusan akhir bahwa meskipun Max Verstappen secara teknis telah melanggar regulasi bendera kuning akibat mendahului Hamilton, mereka merasa puas bahwa manuver tersebut hanyalah konsekuensi yang tidak disengaja dari perbedaan kecepatan penutupan yang sangat besar. Dengan demikian, tidak ada sanksi atau penalti waktu yang dijatuhkan kepada Verstappen, yang memastikan dirinya tetap berhak memegang kendali di grid terdepan untuk balapan sprint.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!