Akhir pekan balapan di Sirkuit Phillip Island menyisakan cerita pahit bagi Johann Zarco, yang harus mengakhiri sesi Sprint lebih awal akibat kegagalan teknis pada sepedanya. Pembalap asal Prancis tersebut sejatinya mampu tampil luar biasa di bawah kondisi cuaca basah yang menantang, mengamankan posisi start ketiga di barisan terdepan setelah mencatatkan waktu impresif dalam sesi kualifikasi yang membuktikan kapasitas kompetitifnya di atas lintasan licin.

Namun, harapan besar untuk meraup hasil maksimal bersama Honda seketika sirna ketika masalah pada sensor girboks mulai mengganggu jalannya balapan. Zarco, yang sempat bertarung sengit di barisan terdepan untuk memperebutkan posisi lima besar, dipaksa mengambil keputusan berat demi keselamatan keseluruhannya di atas lintasan yang menuntut konsentrasi tinggi dan presisi mekanis mutlak.

Dilansir dari FormulaPassion, pembalap bernomor start lima tersebut mengungkapkan betapa membingungkannya situasi teknis yang ia hadapi di tengah persaingan sengit. "Saya memulai balapan dengan baik, saya tampil agresif dan saya menyukai gaya balap seperti itu, namun saya mengalami masalah pada sensor girboks. Sepeda motor tidak lagi tahu berada di gigi berapa, sistem elektronik benar-benar kebingungan," ujar Zarco saat memberikan penjelasan kepada Sky Sport MotoGP seusai balapan.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, pembalap yang musim depan akan merapat ke kubu Yamaha tersebut merinci bagaimana kendala girboks turut memicu kekacauan pada sistem elektronik krusial lainnya di kendaraannya. Meskipun komponen mekanis secara fisik masih bekerja, ketidakpastian kendali membuat situasi berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pembalap di setiap tikungan sirkuit Australia yang terkenal cepat tersebut.

Baca Juga Marc Marquez Tantang Aprilia di Kandang Misano 2026

"Secara mekanis sepeda motor berfungsi, tetapi suhu mesin menjadi tidak menentu. Kontrol traksi terkadang aktif, terkadang mati, dan pada titik itu situasinya menjadi sangat berbahaya. Ketika saya keluar jalur karena sepeda motor tergelincir saat pengereman, saya melihat girboks sudah tidak berfungsi lagi. Saya berkata pada diri sendiri bahwa saya tidak bisa terus seperti ini, demi menghindari kecelakaan yang tidak dapat dikendalikan yang pastinya sangat membahayakan," imbuhnya.

Keputusan untuk masuk ke pit dan menghentikan motor diambil secara sadar guna menghindari risiko kecelakaan parah di tengah trek basah Phillip Island. Insiden ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi perkembangan teknis yang tengah diupayakan oleh pabrikan asal Jepang tersebut dalam mengatasi masalah keandalan elektronik yang kerap menghantui para pembalap mereka sepanjang musim kompetisi.