Perjalanan karier balap Colton Herta saat ini berada di persimpangan jalan yang sangat menentukan setelah melalui musim penuh tantangan di kancah balap internasional. Selama tujuh tahun berkompetisi di ajang IndyCar, pembalap asal Amerika Serikat ini sempat mencatatkan prestasi gemilang dengan finis di posisi ketiga klasemen keseluruhan pada musim 2020, serta menjadi runner-up pada musim 2024. Sepanjang kariernya di ajang open-wheel Amerika tersebut, ia sukses mengoleksi total sembilan kemenangan penting yang melambungkan namanya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dari generasinya.

Demi mengejar ambisi besarnya tampil di ajang premier, Herta mengambil langkah berani dengan beralih ke Kejuaraan FIA Formula 2 pada tahun ini. Keputusan strategis tersebut diambil dengan tujuan utama mengumpulkan poin Superlicence yang diwajibkan oleh FIA sebagai syarat mutlak membalap di Formula 1. Namun, realita di atas lintasan tidak sejalan dengan harapan besar yang ditaruh di pundaknya. Herta mengalami kesulitan beradaptasi dengan karakter mobil Formula 2 dan saat ini, ketika musim tinggal menyisakan dua putaran lagi, ia harus puas tertahan di peringkat ke-19 klasemen sementara.

Kegagalan mendulang poin krusial di Formula 2 membuat impian Herta untuk promosi ke grid Formula 1 kini berada dalam situasi yang sangat sulit. Demi mengikuti kompetisi tersebut, ia bahkan terpaksa mengorbankan keikutsertaannya di ajang legendaris Indianapolis 500 karena bentrokan jadwal kalender balap. Ketika ditanya oleh rekan media mengenai peluangnya kembali tampil di oval legendaris tersebut pada musim depan, ia memberikan respons yang sangat tegas dan terbuka tanpa ragu.

- Advertisement -
Advertisement

"Klar, saya tidak akan pernah menolak ajang Indy 500," ujar Herta, merujuk pada kerinduannya turun di balapan ikonik itu.

"Saya selalu ingin tampil di balapan ini dan sangat disayangkan hal itu tidak terwujud tahun ini, padahal segalanya sudah dipersiapkan dengan matang. Namun, penyesuaian kalender Formula 2 membuat semuanya berantakan. Seharusnya itu terjadi, tetapi takdir berkata lain," tambah pembalap asal California tersebut dengan nada penuh penyesalan.

Baca Juga Max Verstappen Lolos dari Hukuman FIA di GP Singapura

Meski masa depannya di Formula 1 diliputi ketidakpastian, nama Indy 500 tetap berada di urutan teratas daftar prioritasnya untuk tahun depan, meskipun ia belum dapat memastikan secara rinci agenda balapnya secara keseluruhan. Selain berkecimpung di Formula 2, Herta juga mengemban peran sebagai pembalap penguji dan pengembangan untuk Cadillac, di mana ia telah mencatatkan tiga penampilan di sesi latihan bebas pertama (FP1) musim ini dan dijadwalkan melakoni satu sesi lagi sebelum tahun berganti. Di samping itu, ia turut ambil bagian dalam berbagai ajang balap ketahanan bergengsi seperti di Daytona, Sebring, serta Petit Le Mans.

Kelangsungan ambisi Herta untuk menembus Formula 1 kini juga mendapat sorotan tajam dari petinggi tim, termasuk CEO Dan Towriss yang sebelumnya memasang target finis di sepuluh besar klasemen bagi sang pembalap muda. Kendati tantangan yang dihadapi semakin berat dan jalan yang harus ditempuh terjal, Herta menegaskan bahwa dirinya belum menyerah sepenuhnya pada mimpi masa kecilnya untuk berlaga di kasta tertinggi balap kursi tunggal dunia.