Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, mengakui bahwa dirinya melakukan "kesalahan besar" pada lap pembuka MotoGP Aragon karena lupa menonaktifkan perangkat ketinggian belakang (rear ride height device) saat melewati tikungan awal. Meski demikian, pembalap Ducati itu tetap berhasil mengamankan kemenangan keempatnya musim ini, sekaligus kemenangan ketiga beruntun di Sirkuit Aragon, setelah mengungguli Pedro Acosta dari KTM dengan selisih waktu kurang dari dua detik.

Start dari posisi terdepan, Marquez sempat kehilangan posisi hingga turun ke urutan ketiga pada lap pertama. Kegagalannya untuk segera menonaktifkan perangkat ride height membuatnya kehilangan kecepatan di Tikungan 2 dan 3 yang cepat, sehingga duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, berhasil menyalipnya.

Namun, di tengah tekanan, juara dunia delapan kali itu menunjukkan kelasnya. Ia melewati Martin di Tikungan 15 pada lap yang sama, lalu menyalip Bezzecchi pada lap keenam untuk kembali memimpin. "Seperti yang saya katakan kemarin, kunci ada di tikungan pertama. Saya melakukannya lagi, tapi hari ini saya membuat kesalahan besar karena lupa perangkat belakang," ujarnya di parc ferme, seperti dilansir dari Crash.net.

- Advertisement -
Advertisement

"Saat keluar dari Tikungan 1 menuju Tikungan 2, perangkat belakang masih aktif dan terbebani lagi. Saya sangat lambat di Tikungan 2 dan 3 yang cepat. Dua pembalap menyalip saya. Setelah itu, saya hanya membangun ritme dan itu menjadi pertarungan yang menarik di lap-lap awal," jelas Marquez.

Baca Juga Netflix Siapkan Film MotoGP ala Fast and Furious, Alan Ritchson Bintangi

Dengan kemenangan ini, Ducati semakin kokoh di puncak klasemen. Marquez naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan selisih 19 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin yang finis kelima di Aragon. Padahal di awal pekan, Marquez tertinggal 40 poin, namun kini ia berhasil memangkas jarak menjadi 21 poin setelah memenangkan kedua balapan di Sirkuit Spanyol tersebut.

Kemenangan ini juga menegaskan dominasi Marquez di Aragon, sirkuit yang seolah menjadi taman bermainnya. Dengan performa yang konsisten, persaingan gelar juara musim ini dipastikan akan berlangsung sengit hingga akhir musim.